Virus corona: Juru runding Palestina Saeb Erekat dalam ‘keadaan kritis’, kedudukan rentan karena pernah transplantasi peparu

2 tanda yang lalu Sumber gambar, Reuters Seorang pejabat tinggi Palestina, Saeb Erekat dalam kondisi kritis setelah tertular Covid-19 dan dirawat dengan bantuan ventilator, menurut rumah sakit Israel, tempat dia dirawat.

Saeb Erekat

Seorang pejabat tinggi Palestina, Saeb Erekat dalam kondisi kritis setelah tertular Covid-19 dan dirawat dengan bantuan ventilator, menurut rumah sakit Israel, tempat dia dirawat.

Erekat yang berusia 65 tahun dilarikan ke rumah sakit Hadassah di Yerusalem dari rumahnya di Jericho, Tepi Barat, kawasan yang diduduki.

Kondisinya digambarkan “serius tapi stabil” dan tempat diberi oksigen tambahan.

Hari Senin cepat (19/10), rumah sakit mengatakan iklim Erekat memburuk dan “kini disimpulkan dalam kondisi kritis. ”

“Karena kesulitan bernafas, ia ditempatkan dengan tumpuan ventilator dan secara medis dibuat koma, ” kata rumah melempem.

Panti sakit yang merawat Erekat mengucapkan kondisinya “merupakan tantangan besar” karena ia pernah menjalani transplantasi peparu tiga tahun lalu dan mempunyai “sistem kekebalan lemah serta menikmati infeksi bakteri, selain terkena virus corona. ”

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau jika di mesin pencari lain

Erekat adalah sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina, PLO, dan menjabat sebagai penasihat Presiden Mahmoud Abbas dan menjadi juru runding Palestina selama sekitar 25 tahun.

Ia mengumumkan tanggal 9 Oktober lalu bahwa ia dinyatakan positif terkena Covid-19.

Melalui cuitannya dia mengatakan bahwa ia mengalami “gejala berat karena kurangnya kekebalan akibat transplantasi paru”. Namun ia menambahkan bahwa “semuanya terkendali. Alhamdulilah. ”

Hari Minggu (18/10), PLO mengatakan ia dipindahkan ke Hadassah Medical Centre karena “masalah kronis yang ia hadapi dalam sistem pernapasan. ”

Para saksi mata mengatakan kepada pejabat berita Reuters bahwa mereka melihat Erekat dipandu ke luar rumahnya di Jericho, dan ditempatkan di ambulans Israel.

Saudara kandung laki-lakinya mengutarakan kepada kantor berita AFP, “Kondisinya tidak bagus. ”

Direktur Hadassah Medical Centre, Prof Zeev Rothstein, mengutarakan, “Erekat mendapat perawatan profesional istimewa seperti halnya pasien serius virus corona di Hadassah, dan pekerja akan melakukan apapun untuk menolong pemulihannya. ”

“Di Hadassah, kami menyelenggarakan setiap pasien, seolah dia adalah pasien satu-satunya, ” tambahnya.

Sejak pandemi terjadi, lebih dari 58. 000 orang dipastikan terinfeksi virus corona di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, serta Jalur Gaza, serta 478 orang meninggal, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari asing

Sementara Israel mengumumkan lebih dari 303. 000 kasus dan 2. 209 orang meninggal.

Pemerintah Israel melonggarkan karantina nasional kedua yang diterapkan semasa satu bulan, setelah memastikan tersedia penurunan kasus.

Warga Israel kini diizinkan untuk keluar rumah lebih sebab satu kilometer untuk membeli keperluan penting. Restauran telah dibuka buat menerima pesanan.

Pantai dan taman nasional juga telah dibuka untuk tamu.

Pertama Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Kamis (15/10), langkah yang diambil “berhasil” namun mengatakan langkah membuka pemisahan wilayah perlu dilakukan “bertahap, waspada dan bertanggung jawab. ”