Unggahan ‘memuakkan’ China: Australia tuntut permintaan maaf atas foto palsu tentara yang digambarkan bunuh anak

30 November 2020, 19: 37 WIB EPA Australia menuntut China meminta maaf karena mengunggah foto palsu yang menggambarkan seorang tentara Australia membasmi seorang anak Afghanistan. Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Beijing harus merasa “sangat malu” karena membagikan foto “memuakkan, ” yang diunggah oleh juru bicara kementerian sungguh negeri China, Lijian Zhao.

Unggahan 'memuakkan' China: Australia tuntut permintaan maaf atas foto palsu tentara yang digambarkan bunuh anak

Scott Morrison

Australia menuntut China meminta maaf karena mengunggah foto palsu dengan menggambarkan seorang tentara Australia membantai seorang anak Afghanistan.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Beijing harus merasa “sangat malu” karena membagikan foto “memuakkan, ” yang diunggah oleh juru bicara kementerian sungguh negeri China, Lijian Zhao.

Namun lengah seorang kolega Zhao mengatakan Australia harus memusatkan perhatian pada balasan terhadap tentara dan bukan mempertimbangkan pihak lain.

Ketegangan ini muncul pada tengah memanasnya hubungan dagang jarang kedua negara menyusul seruan Australia untuk penyelidikan asal usul virus corona.

Foto yang diunggah itu mengacu pada dugaan kejahatan perang oleh tentara Australia, pembunuhan warga sipil dan tahanan.

Peringatan: Artikel tersebut berisi foto yang dapat membuahkan sejumlah pihak tak nyaman.

Dalam bulan November ini, satu keterangan menyebutkan menemukan “informasi yang mampu dipercaya” bahwa 25 tentara Australia terlibat dalam pembunuhan 39 warga sipil dan tahanan Afghanistan jarang tahun 2009 dan 2013.

Temuan sebab Australian Defence Force (ADF) atau Pasukan Pertahanan Australia itu membuat kecaman dan tengah diselidiki sebab polisi.

Apa yang menyebabkan kemarahan?

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Ljian Zhao mengunggah foto yang dibuat sendiri menggambarkan seorang tentara Australia dengan pisau berdarah di dekat seorang anak. Anak itu tampak memegang domba.

Gambar ini mengacu pada laporan tuduhan terhadap pasukan istimewa Australia yang menggunakan pisau untuk membunuh dua remaja Afghanistan berumur 14 tahun. Media Australian Broadcasting Corporation menyebutkan bahwa laporan ADF tidak memperkuat tuduhan-tuduhan itu.

Dalam foto palsu iniIn a fake image, an Australian solider is seen murdering a child who is holding a lamb

Namun ADF menemukan “bukti kredibel” terjadinya pembunuhan semena-mena & “budaya pejuang” di kalangan pasukan khusus.

Tuduhan itu termasuk tentara hijau didorong untuk membunuh tahanan sebagai orang pertama yang mereka bunuh.

Di cuitannya Zhao menulis, “Terkejut tempat pembunuhan warga sipil dan tahanan oleh tentara Australia. Kami dengan keras mengecam tindakan itu serta menyerukan agar mereka diminta pertanggung jawaban. ”

Tanggapan Australia

Australia meminta unggahan di Twitter itu dicabut serta disebut sebagai “salah informasi”. Morrison menggambarkan unggahan itu “sangat menggelikan, sangat menyinggung, dan sangat memalukan. ”

“Pemerintah China harusnya sangat noda atas unggahan yang merendahkan itu di mata dunia, ” katanya.

“Unggahan itu foto palsu dan melabrak pasukan pertahanan kami. ”

Ia juga menambahkan bahwa Australia tengah membentuk proses transparan dalam investigasi kejelekan perang, seperti yang diharapkan pada negara “demokrasi liberal”.

Morrison juga melegalkan bahwa ada ketegangan antara perut negara namun menyebutkan, “Tapi caranya bukan seperti ini untuk menanganinya. ”

Morrison juga memperingatkan Beijing kalau negara-negara lain di dunia menyaksikan tindakan mereka terhadap Australia.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Presentational grey line

Analysis box by Shaimaa Khalil, Australia correspondent

Kejadian ini merupakan rentetan terbaru dalam hubungan yang sudah sangat tegang antara dua negara yang bermitra dagang.

Pekan lalu, Zhao mengatakan bahwa laporan kejahatan perang itu “menunjukkan kemunafikan terkait sah asasi dan kebebasan yang tetap dinyanyikan negara-negara barat ini. ”

Namun cuitannya mengejutkan Scott Morrison & membuatnya menggunakan bahasa yang memutar tidak diplomatis. Perdana menteri Australia itu mengatakan pemerintah China harusnya “malu” atas unggahan itu & menggambarkannya sebagai “memalukan dan cercaan menjijikkan. ”

Insiden ini juga ialah indikasi lain bahwa hubungan Canberra dan Beijing terus memburuk pada saat hubungan kedua negara betul tegang.

Perdana menteri Australia mengakui kalau dua negara memang memiliki perkara namun cuitan ini, katanya, sudah keterlaluan.

Presentational grey line

Ada barang apa di balik ketegangan ini?

Hubungan bilateral antara kedua negara sangat lekas memburuk tahun ini setelah Australia memimpin seruan investigasi terkait asal pandemi virus corona. Hal asing yang memperburuk hubungan adalah dugaan campur tangan Beijing dalam perkara dalam negeri Australia.

Dalam beberapa bulan terakhir, China menerapkan serangkaian kelakuan dagang, termasuk mengenakan tarif arah barang-barang impor Australlia termasuk minuman anggur dan daging sapi.

Australia mencitrakan langkah China itu sebagai “paksaan ekonomi. ”

Bulan ini, kedutaan tumbuh China di Australia mengedarkan jadwal ke media lokal berisi 14 kebijakan yang menurut mereka dikerjakan Australia untuk membuat hubungan semakin buruk.

Kebijakan itu termasuk keputusan Australia untuk memblok proyek investasi China, melarang perusahaan Huawei dari tender 5G, dan dalam “campur lengah urusan di Xinjian, Hong Kong serta Taiwan. ”

Australia mengatakan itu tidak akan mengubah kebijakan itu.

Morrison memastikan Senin (30/11) bahwa permintaannya untuk bertemu dengan para gajah senior China tidak ditanggapi.