Umrah Rp60 juta – bisakah Arab Saudi diyakinkan Indonesia longgarkan ‘persyaratan tak menyelundup akal’?

6 jam yang lalu Sumber gambar, Reuters Departemen Agama menyoroti sejumlah kecendekiaan Arab Saudi mengenai awal pendaftaran umrah mulai 9 Agustus 2021, yang dikenal asosiasi umrah dan haji sebagai “kurang masuk akal”.

umrah-rp60-juta-bisakah-arab-saudi-diyakinkan-indonesia-longgarkan-persyaratan-tak-masuk-akal-17

Sumber gambar, Reuters

Kementerian Agama menyoroti sejumlah kecendekiaan Arab Saudi mengenai awal pendaftaran umrah mulai 9 Agustus 2021, yang dikenal asosiasi umrah dan haji sebagai “kurang masuk akal”.

Sejauh ini, Indonesia menjadi salah kepala negara berstatus ditangguhkan buat melakukan perjalanan langsung ke Arab Saudi di sedang angka kasus Covid-19 serta kematian yang masih tinggi.

Asosiasi penyelenggara umrah dan haji memperkirakan kebijaksanaan Arab Saudi akan mengerek biaya umrah dua kali lipat, dan ini betul tergantung dari hasil lobi pemerintah Indonesia.

Menyuarakan juga:

Seperti apa syarat umrah dari Arab Saudi?

Sumber gambar, AFNAN Firdaus

Negeri Arab Saudi menerima permintaan umrah bagi seluruh negeri mulai Senin, 9 Agustus 2021. Pemerintah mengatakan hendak meningkatkan kapasitas umrah had 2 juta per bulan dari sebelumnya hanya 60. 000 kunjungan per kamar.

Dalam keterangan lain yang diterima Kementerian Agama, ketentuan calon jemaah umrah sembilan negara yaitu India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, Lebanon, tercatat Indonesia harus menjalani karantina 14 hari di negeri ketiga sebelum tiba di Arab Saudi.

Selain itu, Arab Saudi cuma menerima jemaah yang telah mendapat vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Johnson& Johnson.

Bagi jemaah yang sudah memperoleh vaksin dibanding China diwajibkan mendapat suntikan booster satu dosis daripada Pfizer, Moderna, AstraZeneca ataupun Johnson& Johnson.

Vaksin Sinovac yang paling menonjol yang didapat masyarakat Indonesia.

Apa yang diupayakan negeri Indonesia?

Sumber gambar, AFNAN Firdaus

Berdasarkan kebijakan umrah itu, pihak Kementerian Pegangan menyambangi Duta Besar Arab Saudi di Jakarta, serupa dilaporkan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nur Arifin.

“Kami bisa bertemu dengan Pak Kedubes, menyampaikan hal itu. Bahwa kondisi kita sedang terkena suspend , maka mohon supaya bisa diakhiri suspend , ” introduksi Nur Arifin kepada BBC News Indonesia, Senin (09/08).

Indonesia masuk dalam daftar negara yang berstatus Suspend (penangguhan) dari pemerintah Arab Saudi sejak Februari 2021 lalu. Dengan demikian, Arab Saudi menutup penerbangan langsung dari Indonesia ke negaranya.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Patuh Nur Arifin, respon sejak pihak kedutaan besar Arab Saudi di Indonesia, status penangguhan itu “sangat berselirat dengan kondisi perkembangan Covid” di Indonesia.

Lalu, menghantam syarat vaksin, “Kami memberikan bahwa, saat ini WHO sudah menyatakan bahwa vaksin Sinovac dan Sinopharm diakui… Kalau diakui WHO, tentunya pemerintah Arab Saudi juga akan mengakui, ” sendat Nur Arifin.

Untuk itu, tim Kemenag mendorong pihak Arab Saudi mengakui vaksin asal China dengan meneruskan “disiarkan dalam berita resmi. Supaya dipedomani bersama. ”

Terkait dengan zaman karantina hingga 14 keadaan, disebut Nur Arifin sebagai “kurang masuk akal”.

Sumber gambar, AFP

“Umrah satu minggu, tapi karantina 14 hari. Nanti sampai sana dikarantina lagi. Belakang sepulang ke Indonesia, dikarantina lagi 8 hari. Oleh sebab itu lebih banyak dikarantinanya, ” jelas Nur Arifin.

Di 23 Agustus mendatang, Gajah Agama Yaqut Cholil Qoumas dijadwalkan menemui pemerintah Arab Saudi untuk melakukan lobi lanjutan.

“Pak Menteri ana sedang mau berangkat ke Saudi. Ini sedang ancang-ancang, ” kata Nur Arifin.

Kementerian Agama mengadukan total calon jamaah umroh Indonesia yang tertunda keberangkatannya per 28 Februari 2020 mencapai 59. 757 orang.

Sementara itu, jumlah calon jamaah yang sudah membayar uang muka sebesar 41. 516 orang, serta jamaah yang telah menyabet tiket dan visa sebesar 18. 752 orang.

Kenapa ketentuan ini menaikkan biaya umrah?

Sumber gambar, AFNAN Firdaus

Bendahara Umum Perhimpunan Muslim Penyelenggara Haji & Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Tauhid Hamdi memperkirakan beban umrah “kemungkinan akan benar mahal” dengan skema daripada pemerintah Arab Saudi.

Hal ini berdasarkan keyakinan lamanya karantina, tes PCR, dan vaksin tambahan yang dibebankan kepada calon jamaah umrah.

“Kalau kita bicara harga, akan jadi dua kali lipat, bisa datang Rp54-60 juta per orang, untuk selama 30 keadaan menyelenggarakan ibadah umrah, ” kata Tauhid kepada BBC News Indonesia, Senin (09/08).

Sumber gambar, Kementerian Umrah dan Haji Saudi

Tauhid juga memperkirakan dari dekat 60. 000 calon jamaah haji umrah, hanya 70% dengan akan melanjutkan perjalanan kunjungan itu sampai penangguhan balik dibuka.

“Tapi kalau membatalkan itu banyak masalah. Travel itu sudah membayarkan ke airlines, dan hotel-hotel di Saudi Arabia, ” kata Tauhid.

Bagaimana kendati, kata Tauhid, hal tersebut sangat tergantung dari siasat pemerintah Indonesia ke Arab Saudi.

“Kasian bangsa kita yang sudah mengerahkan uangnya. Begitu lama, ingin umrah. Kemudian jadi langka, ” katanya.

Ia juga mencontohkan negara-negara tetangga Indonesia seperti Malaysia dengan kasus Covid-nya masih agung beberapa hari belakangan ini, tapi tidak masuk ke dalam daftar penangguhan pemerintah Arab Saudi. “Itu membangun (persoalan) diplomasi aja, ” tambah Tauhid.

Barang apa kata calon jamaah umrah?

Sumber gambar, Kementerian Umrah dan Haji Saudi

Iip Ropiah, 42 tahun, telah mendaftar keberangkatan umrah semenjak Januari 2020. Ia malang berangkat pada Maret 2020, karena saat itu kedudukan pandemi dunia ditetapkan.

Satu tahun kemudian, ibu empat anak ini kembali mendapat tawaran pergi umrah.

“Waktu ditawarin itu diminta tambah uang enam juta (rupiah), untuk macam-macam, ” logat Iip kepada BBC News Indonesia, Senin (09/08). Namun, tawaran tersebut ditolak.

Kiai TK ini mengatakan, tiket umrah ini merupakan ganjaran dari kantornya. Sehingga, untuk memenuhi syarat yang ditentukan dengan penambahan waktu karantina yang berdampak pada penambahakan biaya “itu pasti keberatan”.

“Mungkin buat orangyang perolehan bisa saja, ibadah umrah itu istilahnya dambaan setiap kaum muslim. Kalau bakal saya, keberatan, saya nggak punya juga uangnya untuk nambahinnya, ” tambah Iip.

Sejauh ini, Iip bertambah memilih menunggu pandemi mereda, untuk berangkat ke tanah suci.

Sejauh mana lobi ini akan berhasil?

Sumber gambar, Kementerian Umrah dan Haji Saudi

Peneliti umrah dan haji dari UIN Syarif Hidayatullah, Ahmad Fauzan mengatakan, selama ini negeri kerap mengikuti kebijakan-kebijakan sejak Arab Saudi.

“Jadi sebenarnya dari masa lulus, pemerintah kita selalu memasukkan kebijakan yang ada dalam Arab Saudi, ” katanya.

Mengenai berhasil atau tak, ini sangat tergantung sebab usaha pemerintah untuk menetapkan pihak Arab Saudi.

Selain itu, kata Fauzan, jika diplomasi ini tak menyentuh titik temu, maka pemerintah perlu memikirkan cara untuk menekan pengeluaran calon jamaah haji umrah.

“Coba dicari di mana sumber yang tidak terlalu digunakan, seperti pendidikan, yang saat tersebut sedang online. Itu bisa dijadikan biaya tambahan untuk para jamaah, ” katanya.