Evergrande: Siapa Xu Jiayin pedengan Hui Ka Yan, pengembang properti China di terkatung-katung kolaps yang punya utang US$300 miliar

23 September 2021 Sumber gambar, Getty Images Direktur dan pembuat raksasa pengembang properti China, Evergrande, Xu Jiayin di 21 September menulis surat untuk karyawan perusahaan dengan ia pimpin yang berjumlah tak kurang dari 125. 000 orang.

evergrande-siapa-xu-jiayin-alias-hui-ka-yan-pengembang-properti-china-di-ambang-kolaps-yang-punya-utang-us300-miliar-6

Sumber gambar, Getty Images

Direktur dan pendiri raksasa pengembang properti China, Evergrande, Xu Jiayin pada 21 September menulis surat untuk karyawan perusahaan yang ia pimpin yang berjumlah tak kurang dari 125. 000 orang.

“Saya meyakini, dengan kerja serupa di antara jajaran pimpinan dan seluruh karyawan… kalau kita terus berjuang, tabah menjalani perjuangan ini, kita akan bisa keluar sejak masa-masa gelap ini lekas, ” kata Xu Jiayin.

Surat ini ia tulis ketika perusahaannya menghadapi kasus serius: terancam bangkrut.

Utang yang dicatat Evergrande diperkirakan mencapai tak kurang dari US$300 miliar atau sekitar Rp4. 260 triliun.

Pada sejarah tak ada kongsi di dunia ini dengan memiliki utang sebesar ini.

Baca juga :

Muncul kekhawatiran jika Evergrande gagal membayar bunga dan tak bisa mengembalikan utang US$300 miliar, maka ambruknya pengembang yang berkantor was-was di Shenzhen ini bisa memicu kekacauan keuangan ijmal.

Sumber gambar, Getty Images

Evergrande telah mengembangkan 876 proyek di lahan seluas 293 juta meter kotak dan punya proyek pada seluruh provinsi di China, menurut laporan tahunan kongsi yang dikeluarkan pada 2019.

Namun setelah negeri pusat di Beijing melegalkan peraturan baru pada Januari yang ditujukan untuk mengatur utang perusahaan-perusahaan properti, Evergrande tak bisa memenuhi kegiatan membayar cicilan bunga.

Siapa Xu Jiayin

Xu Jiayin, yang juga dikenal dengan nama Hui Ka Yan, lahir pada 1958 pada Desa Jutaigang, Provinsi Henan, di China barat.

Media pemerintah menyebutkan ayahnya ialah anggota Tentara Revolusioner dan ikut bertempur melawan Jepang sedangkan sang ibu meninggal sebelum ia menginjak leler satu tahun.

Sejak meninggalnya sang ibu, Xu Jiayin diasuh dan dibesarkan oleh neneknya,

Sebelum memegang membuat sebagai salah satu orang terkaya di China, Xu Jiayin pernah menjadi praktisi kasar. Menurut media di China, ia pernah menjadi sopir traktor yang mengangkut kotoran sapi, hingga beroperasi di pabrik semen.

Di awal 1970-an ia masuk ke Institut Besi dan Baja Wuhan, lembaga pendidikan yang sekarang bernama Universitas Sains dan Teknologi Wuhan.

Setelah lulus, ia menyala di pabrik besi & baja selama beberapa tahun sebelum mendirikan Evergrande Group pada 1996.

Evergrande mengabulkan banyak investasi properti dengan membuat perusahaannya mendapatkan dana US$722 juta saat mengusulkan saham pada 2009.

Bersamaan dengan tumbuhnya perekonomian China, Evergrande juga berkembang pesat.

Pada 2018, Brand Finance menempatkan Evergrande sebagai perusahaan real estate dengan biji terbesar di dunia. Xu Jiayin memiliki 70% bagian Evergrande, membuat nilai kebesaran dirinya menembus hampir US$11 miliar, menurut penelusuran majalah Forbes.

Di daftar karakter terkaya di dunia, dia berada di urutan 53, dan di China berkecukupan di urutan 10.

Dalam luar sektor properti, Evergrande menjadi pembicaraan ketika mengambil klub sepak bola pada Guangzhou pada 2010 seharga US$15 juta.

Empat tahun kemudian Xu Jiaying menjajakan sahamnya di klub ke perusahaan e-commerce Alibaba seharga US$192 juta.

Baca juga :

Sumber gambar, Getty Images

Di kolong kepemimpinannya, ia mengubah asosiasi kemudian bernama Guangzhou Evergrande menjadi klub yang benar disegani di China. Ia menggelontorkan banyak uang buat mendatangkan pelatih dan pemain internasional.

Pada 2012 ia menarik perhatian nasional saat hadir di pertemuan Partai Komunis dengan memakai ikat pinggang mewah merek Hermes. Ikat pinggangnya itu disebut sebagai yang termahal dalam perhelatan politik ini.

Beberapa kalangan menduga kesuksesan Evergrande antara lain disebabkan oleh hubungan dekat Xu Jiayin dengan para pejabat penting. Namun Xu Jiayin menyebut kesuksesan dirinya sebab pendidikan dan jasa Kelompok Komunis.

“Tanpa [pendidikan di] perguruan mulia, saya pasti masih berharta di desa. Tanpa tumpuan uang pemerintah, saya tak mungkin bisa masuk ke universitas. Tanpa reformasi [yang dijalankan pemerintah], Evergrande tak mau sebesar sekarang, ” katanya dalam satu kesempatan, laksana dikutip kantor berita AFP.

Ia menambahkan kesuksesan Evergrande karena jasa Partai Komunis, negara, dan masyarakat.

Zhiwu Chen, direktur Asia Ijmal Institute dan pengajar dalam University of Hong Kong, kepada BBC Mundo membaca, “koneksi politik memungkinkan Xu Jiayin dan Evergrande mendapatkan utang dalam jumlah luhur meski sebenarnya mendapatkan pinjaman besar sering kali menghadapi kendala regulasi”.