Armenia – Azerbaijan: Upaya diplomasi AS untuk mengakhiri perang memperebutkan Nagorno-Karabakh di tengah korban ‘hampir 5. 000 orang’

Diperbarui 5 jam yang lalu Sumber gambar, Reuters Amerika Serikat melaksanakan upaya diplomatik tingkat tinggi baru untuk mengakhiri pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan, dalam pertemuan di Washington Jumat (23/10).

Seorang warga membersihkan puing-puing di ibu kota Nagorno-Karabakh, Stepanakert.

Amerika Serikat mengabulkan upaya diplomatik tingkat tinggi perdana untuk mengakhiri pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan, dalam pertemuan dalam Washington Jumat (23/10).

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mau mengadakan pertemuan terpisah dengan gajah luar negeri Azerbaijan dan Armenia guna mengakhiri perang yang berlangsung selama hampir empat minggu memperebutkan Nagorno-Karabakh.

Langkah ini dilakukan di tengah perkiraan jumlah korban yang diumumkan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang disebutnya mencapai hampir 5. 000 orang.

Upaya gencatan senjata sejauh tersebut gagal. Azerbaijan mengklaim terus menyelenggarakan serangan untuk menguasai kembali daerah yang dikuasai etnik Armenia. Azerbaijan mengatakan mereka menguasai kawasan di selatan yang berbatasan dengan Iran.

Warga di Shusha, Nagorno Karabakh yang terkungkung perang.

Armenia dan Azerbaijan saling tuduh menyerang daerah permukiman di tengah konflik.

Azerbaijan mengatakan minggu lalu misil Armenia menewaskan 13 warga sipil di Ganja, praja tak jauh dari garis ajaran.

Sementara Armenia menuduh Azerbaijan membom daerah perumahan di ibu praja Nagorno Karabakh, Stepanakert.

Jumlah yang disebut Putin terkait korban dalam hampir empat minggu ini, jauh bertambah tinggi dari angka kematian yang dilaporkan kedua belah pihak.

Putin mengutarakan bahwa dia berbicara kepada ke-2 belah pihak beberapa kali sehari, dan tidak akan memihak pada konflik.

Dia mengatakan bahwa Moskow tak setuju dengan Turki – yang mendukung Azerbaijan – atas perselisihan tersebut.

Menlu Armenia Zohrab Mnatsakanyan bertemu dengan Mike Pompeo Jumat (23/10).

Presiden Rusia juga meminta Amerika Serikat buat membantu mengupayakan perdamaian di wilayah tersebut.

Armenia menuduh Azerbaijan melanggar penghentian senjata kemanusiaan di Nagorno-Karabakh, dan begitu pula sebaliknya.

Pertempuran berkobar bulan lalu di wilayah itu, yang secara internasional diakui sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi dikendalikan etnis Armenia.

Ini adalah konflik terburuk semenjak perang selama enam tahun dalam wilayah tersebut yang berakhir secara gencatan senjata pada tahun 1994.

Apa yang dikatakan Putin?

A picture provided by the Armenian Defence Ministry Press Office via PAN Photo shows Armenian soldiers fire during military combat with the Azerbaijani army in the Nagorno-Karabakh Republic

Rusia berada dalam aliansi tentara dengan Armenia dan memiliki sarang militer di negara tersebut. Tetapi, Rusia juga memiliki hubungan dekat dengan Azerbaijan.

“Ada banyak korban lantaran kedua sisi, lebih dari 2. 000 dari masing-masing pihak, ” kata Putin pada pertemuan yang disiarkan stasiun televisi, dan memasukkan bahwa jumlahnya “mendekati 5. 000”.

Tersebut jauh lebih tinggi dari dugaan sebelumnya, dengan jumlah kematian resmi yang dilaporkan masih di lembah 1. 000.

Otoritas Nagorno-Karabakh mengatakan 874 personel militernya dan 37 warga sipil telah kehilangan nyawa semenjak 27 September.

Azerbaijan mengatakan 61 warga sipil Azeri tewas, namun belum mengumumkan jumlah korban militernya.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Putin menambahkan bahwa tempat terus berkomunikasi dengan Perdana Gajah Armenia, Nikol Pashinyan, dan Pemimpin Azerbaijan, Ilham Aliyev, dan mengatakan tidak akan memihak.

“Saya berbicara dengan mereka di telepon beberapa kali sehari, ” katanya.

Putin mengatakan dia tidak setuju dengan Turki atas konflik tersebut. Ia menambahkan kalau Presiden Turki Tayyip Erdogan “mungkin tampak keras, tetapi merupakan politisi yang fleksibel dan mitra dengan dapat diandalkan untuk Rusia”.

Turki telah berjanji untuk mengirim tentara serta memberikan dukungan militer untuk Azerbaijan jika diminta.

Warga di Shusha of Nagorno-Karabakh

Putin juga meminta AS untuk “bekerja bersama” dengan Rusia untuk memberhentikan pertempuran.

Pembicaraan antara Armenia dan Azerbaijan diperkirakan akan berlangsung di Washington pada hari Jumat (23/10), ketika Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dijadwalkan bertemu dengan menteri luar negeri kedua negara.

AS, Rusia, dan Prancis adalah pimpinan bersama-sama kelompok mediasi OSCE Minsk, dengan menyerukan gencatan senjata.

Apa yang terbaru di Nagorno-Karabakh?

Meskipun gencatan senjata yang ditengahi Rusia disepakati pada akhir pekan, pertempuran terus berlanjut dan ratusan orang tewas.

Azerbaijan melaporkan laga di beberapa daerah pada hari Kamis, dan menuduh Armenia menembakkan tiga rudal balistik ke Azerbaijan. Armenia membantahnya.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau jika di mesin pencari lain

Armenia serupa melaporkan pertempuran di beberapa kedudukan, sementara para pejabat mengatakan praja Martuni dan desa-desa terdekat sudah dibom.

Perdana menteri Armenia mengatakan tidak ada solusi diplomatik “pada periode ini”.

1px transparent line

Nagorno-Karabakh – fakta -fakta kunci

  • Wilayah pegunungan dengan luas 4. 400 km2
  • Dihuni oleh awak Kristen dari etnis Armenia serta warga Muslim dari Turki
  • Pada era Soviet, menjadi wilayah otonomi di dalam Republik Azerbaijan
  • Secara global diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, namun didominasi oleh etnis Armenia
  • Diperkirakan sekitar kepala juta orang mengungsi akibat percekcokan yang terjadi pada 1988-1994, serta sekitar 30. 000 tewas
  • Pasukan separatis menawan beberapa wilayah tambahan di kira-kira kantong di Azerbaijan pada konflik tahun 1990-an
  • Kebuntuan sebagian besar terjadi sejak penghentian senjata tahun 1994
  • Turki secara terbuka mendukung Azerbaijan
  • Rusia memiliki sarang militer di Armenia