Tengkorak buaya berusia delapan juta tahun ditemukan di Australia, spesies punah yang hangat terdata

13 menit yang semrawut Sumber gambar, Adam Yates Tengkorak buaya berusia delapan juta tahun yang terlihat di Australia tengah diperkirakan adalah bagian dari marga yang sudah punah akan tetapi baru terdata oleh para ilmuwan.

tengkorak-buaya-berusia-delapan-juta-tahun-ditemukan-di-australia-spesies-punah-yang-baru-terdata-7

Sumber gambar, Adam Yates

Tengkorak buaya berusia delapan juta tahun yang terlihat di Australia tengah diperkirakan adalah bagian dari suku yang sudah punah tapi baru terdata oleh para ilmuwan.

Tengkorak bajul itu ditemukan sekitar 200 km dari Alice Springs, di kawasan Northern Territory (NT) pada 2009.

Spesies buaya itu akan diberi nama pada 2022 dan diperkirakan merupakan genus Terakhir.

Dr Adam Yates, kurator senior di Museum and Art Gallery di Northern Territory mengatakan tengkorak itu ditemukan di situs fosil Alcoota di Australia sedang.

Yates mengatakan kepada BBC tengkorak tersebut merupakan spesimen terbaik dari buaya baru yang pernah ditemukan.

Sumber gambar, Jared Archibald, MAGNT

“Temuan tersebut mengungkap spesies baru yang tak pernah ada pada Australia tengah, sesuatu yang tidak kami ketahui sebelumnya. Ini mengejutkan karena medan tengah Australia pernah ada sungai untuk habitat bajul, ” katanya.

“Temuan ini salah satu petunjuk di dalam memahami fauna Australia dengan berevolusi sejalan dengan jalan waktu. ”

Memburu target besar

Dr Yates mengutarakan genus buaya Baru itu tinggal di Australia sedang jutaan tahun lalu tetapi tengkorak yang ditemukan dalam Alcoota itu “berasal dibanding spesies yang belum pernah ditemukan. ”

“Spesies ini belum ada namanya & sangat berbeda dengan keluarga terdekat, ” tambahnya.

Ia mengatakan buaya yang ada saat ini berasal dari “cabang yang sangat bertentangan dengan keluarga buaya. ”

Genus buaya Baru itu memiliki ciri anatomi dengan berbeda dari buaya lain.

“Buaya ini memiliki geraham besar… buaya jenis tersebut mencari mangsa besar. Fauna yang sangat besar, ” katanya.

Sumber gambar, Jared Archibald, MAGNT

Genus bajul ini pertama dilaporkan sebab ABC News. Tengkorak dengan ditemukan pada 2009 tersebut tidak dipamerkan di Museum and Art Gallery of the Northern Territory dalam bentuk aslinya namun dalam bentuk 3 Dimensi.

Menyiapkan fosil buaya seperti itu memerlukan waktu lama untuk dibersihkan dan diperbaiki, sebutan Dr Yates.

“Saat terlihat di bawah tanah, tulang kepala ini penuh kotoran… ana menggunakan banyak lem supaya tetap terekat saat diangkat. Saya mempersiapkan fosil itu perlahan-lahan, ” katanya teristimewa.

“Ini temuan yang spesial, ” tutupnya.

Anda mungkin tertarik video tersebut:

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba pada mesin pencari lain