Taliban kembali bangkit, bagaimana mereka bisa menguasai kembali separuh wilayah Afghanistan?

Diperbarui 8 jam yang lalu Sumber gambar, EPA Kelompok Taliban balik bangkit setelah dijungkalkan sejak kekuasaan pada 2001 serta kini menguasai banyak wilayah di Afghanistan dalam besar bulan terakhir, bersamaan secara penarikan mundur pasukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutu mereka.

taliban-kembali-bangkit-bagaimana-mereka-bisa-menguasai-kembali-setengah-wilayah-afghanistan-16
  • Tim Jurnalisme Visual
  • BBC News

Sumber gambar, EPA

Golongan Taliban kembali bangkit sesudah dijungkalkan dari kekuasaan pada 2001 dan kini mengabuk banyak wilayah di Afghanistan dalam dua bulan terakhir, bersamaan dengan penarikan mundur pasukan Amerika Serikat serta sekutu-sekutu mereka.

Dalam 20 tahun belakang, peta wilayah kendali dalam Afghanistan lambat laun telah berubah.

Di sini, kita melihat pihak mana yan berhasil menguasai wilayah-wilayah di negara itu.

Tampaknya Taliban kian agresif dalam beberapa pekan final sejak penarikan pasukan AS dengan menguasai kembali penuh distrik, yang direbut dari pasukan pemerintah.

Riset dari BBC Afghan menunjukkan bahwa milisi itu kini telah menanamkan posisi kuatnya di Afghanistan, termasuk di kawasan memajukan, timur laut dan bagian tengah seperti Provinsi Ghazni dan Maidan Wardak.

Mereka juga kian depan dengan kota-kota besar semacam Kunduz, Herat, Kandahar, & Lashkar Gah.

Baca juga :

Markas-markas polisi & kantor-kantor pemerintah di penuh distrik kini sudah dikuasai Taliban.

Pasukan AS dan sekutunya di NATO serta para mitra koalisinya di kawasan berhasil menjatuhkan kekuasan Taliban pada November 2001.

Kelompok tersebut melindungi Osama bin Melayani dan sejumlah pimpinan al-Qaida lainnya yang terkait dengan rangkaian serangan teror pada AS pada 11 September 2001.

Walau tersedia kehadiran pasukan internasional selama bertahun-tahun di negara itu, dengan kucuran uang miliaran dolar untuk mendukung serta melatih pasukan Afghanistan, tetap tidak bisa menghancurkan Taliban, yang berhasil memobilisasi sedang kekuatan mereka dan kian kuat di wilayah-wilayah terpencil.

Wilayah pengaruh mereka berada di sebelah selatan dan barat daya kacau seperti di Provinsi Helmand, Kandahar, Uruzgan, dan Zabul.

Mereka pun menghunjamkan pengaruh kuat di wilayah Bukit Faryab di barat laut dan wilayah Pegunungan Badakhshan di timur laut.

Kajian BBC di dalam 2017 menunjukkan bahwa Taliban telah berkuasa penuh pada sejumlah distrik.

Namun penelitian itu juga membuktikan bahwa mereka sudah rajin pula di banyak daerah lain Afghanistan, melancarkan gempuran tiap pekan dan bulan di beberapa wilayah, jadi kekuatan mereka kian luhur dari perkiraan sebelumnya.

Sekitar 15 juta orang – setengah sejak total populasi – dilaporkan tinggal di wilayah-wilayah baik yang sudah dikendalikan oleh Taliban atau kehadiran mereka sudah terlihat di kian dan melancarkan serangan secara rutin kepada pasukan pemerintah.

Apakah Taliban berdiam?

Meski mereka kini mengarahkan lebih banyak wilayah ketimbang saat dijungkalkan pada 2001, situasi di lapangan masih cair.

Pemerintah sudah dipaksa meninggalkan beberapa pusat administratif distrik setelah tak mampu menahan tekanan sebab Taliban. Wilayah-wilayah lainnya telah diambil alih paksa.

Ketika berhasil mereorganisasi gerombolan maupun merekrut milisi-milisi lokal, pemerintah bisa merebut balik beberapa wilayah yang itu tinggalkan.

Di sebesar wilayah, pasukan pemerintah pun gigih bertempur.

Walau sebagian besar pasukan GANDAR sudah dipulangkan Juni awut-awutan, sebagian masih di Kabul dan Angkatan Udara GANDAR pun melancarkan serangan-serangan suasana atas posisi-posisi Taliban di beberapa hari terakhir.

Pasukan pemerintah Afghanistan sebagian besar menetap di kota-kota dan distrik-distrik yang terletak di padang atau lembah-lembah sungai, yang dihuni banyak penduduk.

Sedangkan wilayah-wilayah yang telah dikuasai Taliban rata-rata berpenduduk lebih sedikit, tidak sampai 50 orang per kilometer per segi di penuh wilayah.

Pemerintah mengaku telah mengirim bala bantuan ke seluruh kota besar yang diancam Taliban dan telah menerapkan jam malam selama sebulan di hampir penjuru negeri dalam rangka menanggulangi pukulan milisi itu.

Walau mereka tampaknya kian dekat di beberapa kota semacam Herat dan Kandahar, Taliban masih belum bisa menguasainya.

Namun kendali itu atas banyak wilayah sudah memperkuat posisi dalan bernegosiasi dan juga dalam mendapatkan pemasukan dalam bentuk pajak dan pampasan perang.

Telah banyak warga sipil yang tewas akibat konflik selama paruh pertama tahun itu.

PBB menuding Taliban dan elemen anti-pemerintah lainnya bertanggung jawab atas beberapa besar kematian atas 1. 600 warga sipil

Kontak senjata Taliban dengan pasukan pemerintah juga telah memaksa banyak warga mengungsi, sekitar 300. 000 orang kehilangan tempat tinggal sejak awal tahun ini.

Badan PBB urusan Pelarian (UNHCR) mengatakan gelombang terakhir pengungsi di penjuru Provinsi Badakhshan, Kunduz, Balkh, Baghlan dan Takhar terjadi sejak Taliban menguasai banyak provinsi di kawasan-kawasan itu.

Banyak orang yang mengungsi dari desa mereka dan ada yang kembai beberapa hari kemudian dan ada pula yang masih mencari tempat tinggal baru buat sekian lama.

Dewan berita AFP melaporkan kalau serangan Taliban juga sudah memaksa para pegungsi dan pasukan pemerintah untuk menyelamatkan diri ke negara tetangga, Tajikistan.

Sumber gambar, Getty Images

Taliban serupa dikabarkan telah menguasai sejumlah wilayah dekat perbatasan, tercatat Spin Boldak, yang adalah jalur utama ke Pakistan.

Beban cukai atas barang-barang dengan masuk ke Afghanistan lewat perbatasan yang mereka kuasai kini dipungut oleh Taliban – meski jumlah so pasti masih belum jelas karena volume perdagangan negara itu telah menurun akibat kontak senjata.

Namun, Agama islam Qala di perbatasan dengan Iran, contohnya, bisa menggabungkan lebih dari US$20 juta per bulan.

Kekacauan arus impor dan ekspor telah mempengaruhi harga barang kebutuhan pokok di pasaran, terutama BBM dan 1 pangan.

Masukan tambahan dari BBC Afghan.