Seorang ibu Swedia ditangkap karena ‘sekap putranya di flat selama puluhan tahun’

tujuh jam yang lalu EPA Kepolisian Swedia menangkap seorang perempuan sampai umur atas kecurigaan menyekap putranya selama hampir tiga dekade di sebuah flat di pinggiran tanah air Stockholm. Ibu itu membantah dakwaan ia melakukan penyekapan dan menimbulkan cedera tubuh yang berat sesudah putranya, kini berusia 40 tahun, ditemukan dalam keadaan cedera dan hidup dalam kondisi jorok.

Seorang ibu Swedia ditangkap karena 'sekap putranya di flat selama puluhan tahun'

Polisi Swed

Kepolisian Swedia menangkap seorang hawa tua atas kecurigaan menyekap putranya selama hampir tiga dekade dalam sebuah flat di pinggiran tanah air Stockholm.

Ibu itu membantah dakwaan ia melakukan penyekapan dan menjadikan cedera tubuh yang berat sesudah putranya, kini berusia 40 tarikh, ditemukan dalam keadaan cedera & hidup dalam kondisi jorok.

Sang anak kini menjalani operasi di panti sakit atas luka-luka yang dialaminya.

Dia baru ditemukan oleh seorang kerabat pada Minggu (29/11) setelah ibunya jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit.

Kepolisian telah membarikade kondominium yang terletak di Haninge, pinggiran ibu kota Swedia, Stockholm, buat melakukan penyelidikan dan mencari bukti mata untuk mencari tahu barang apa yang terjadi.

Bagaimana putra tersebut ditemukan ?

Seorang kerja perempuan, yang namanya tidak sebutkan, mendatangi flat pada Minggu (29/11) malam bersama pasangannya sesudah mendengar kabar bahwa perempuan tua itu dirawat di rumah sakit, sebagaimana dilaporkan surat kabar Expressen.

Police outside the apartment building in Haninge, 1 December

Kerabat itu terakhir bertandang ke flat itu sekitar 20 tahun lalu, katanya, setelah daya sebelumnya gagal untuk menyuarakan kadar anak dari perempuan tersebut.

Kala itu, si anak ditarik lantaran sekolah saat usianya baru 11 atau 12 tahun.

Ketika menggelar pintu yang tidak dikunci, dia menemukan flat dalam keadaan suram dan tercium bau kencing, bapet, kotor dan debu.

Tidak terdengar suara kertika ia meneriakkan salam “helo” sehingga ia masuk dan berjalan di antara barang-barang berserakan.

Ia lantas mendengar suara daripada arah dapur dan melihat seorang laki-laki duduk di pojok yang gelap, terterangi oleh cahaya lantaran jalan. Bagian kaki hingga tewas penuh dengan luka.

Ketika si adam itu melihatnya, ia berdiri & membisikjan namanya berulang-ulang. Sebagian gembung giginya sudah tanggal dan suaranya cadel.

Bagaimanapun, katanya, pria tersebut masih mengenalinya setelah lama tidak bertemu dan tidak takut kepadanya.

Setelah ia dibawa ke panti sakit, tim dokter memberi terang polisi dan ibunya ditahan.

Jaksa penuntut Stockholm, Emma Olsson, mengucapkan kepada kantor berita Reuters bahwa pria itu perlu dioperasi, namun ia tidak memberikan keterangan bertambah rinci.

Adapun seorang juru bicara kepolisian mengatakan: “Kami menyelidiki berapa lama putra ini mungkin telah disekap, tetapi kami asumsikan lama sekadar. ”

Bagaimana hubungan ibu & anak itu ?

Sejauh ini belum ada laporan resmi tentang bagaimana sebenarnya hubungan kurun ibu dan anak ini, tetapi kerabat yang menemukan putra tersebut mengatakan kepada televisi Swedia kalau sang ibu merasa kalut masa kehilangan anak sebelumnya ketika sedang muda.

Ketika ia melahirkan lagi, ia menamakan bayinya ini dengan nama yang sama dengan nama anak sebelumnya.

Ia menginginkan putranya hidup lagi, menurut seorang kerabat, sehingga ia terlalu melindungi putra keduanya.

“Saya berterima kasih ia mendapat bantuan dan bisa bertahan hidup, ” kata kerabat yang menemukannya kepafa surat kabar Expressen.

Seorang tetangga, dengan namanya tidak disebutkan, mengatakan hawa itu tidak menunjukkan tanda-tanda ia tinggal bersama seseorang.

“Sepengetahuan kami, hawa itu tinggal sendiri, itulah yang kami ketahui selama ini. Serta ketika kami berbincang-bincang dengannya, dia tidak pernah menunjukkan ada karakter lain di flat itu, hanya dia seorang diri. Bukan rani tua, tetapi sendiri. Itulah dengan kami tahu, ” ungkapnya.