Reyhnard Sinaga: Hukuman diperberat, ‘paling mengandung di luar kasus pembunuhan’, objek bertambah menjadi total 206 orang

11 Desember 2020 Greater Manchester Police Mahkamah Banding Inggris menetapkan, hukuman seumur hidup terhadap Reynhard Sinaga diperberat dengan minimum 40 tahun sebelum dapat mengajukan seruan pembebasan.

Reyhnard Sinaga: Hukuman diperberat, 'paling mengandung di luar kasus pembunuhan', objek bertambah menjadi total 206 orang

Mahkamah Banding Inggris menetapkan, azab seumur hidup terhadap Reynhard Sinaga diperberat dengan minimum 40 tahun sebelum dapat mengajukan permintaan penghentian.

Menanggapi keputusan Mahkamah Banding itu, Polisi Manchester Raya, Mabs Hussain mengatakan, “Menyambut keputusan hari itu dan kami senang bahwa Sinaga akan mendekam di penjara semasa 10 tahun lebih lama. Sejak pembicaraan dengan banyak korban, ana tahu bahwa banyak yang selalu menyambut hasil ini dan merasa diperberatnya hukuman ini menggambarkan kebiadaban kejahatan yang dilakukan. ”

Pada enam Januari lalu, Reynhard, yang disebut polisi sebagai “pemerkosa paling parah dalam sejarah hukum Inggris, ” dijatuhi hukuman penjara seumur tumbuh dengan waktu minimum mendekam di penjara selama 30 tahun pra dapat mengajukan permohonan bebas.

Pada vonis di pengadilan Manchester arah 159 kejahatan seksual terhadap 48 pria, Hakim Suzanne Goddard mencitrakan Reynhard sebagai “predator seksual setan” yang “tidak akan pernah tenteram untuk dibebaskan. ”

Namun pada pertengahan Oktober lalu, Kejaksaan Agung Inggris mengajukan permohonan hukuman seumur tumbuh total atau tidak dapat mengajukan permohonan bebas lagi ke Mahkamah Banding.

Jaksa dari Kejaksaan Agung Michael Ellis saat itu mengatakan kejadian perkosaan itu menyangkut “kejahatan erotis yang begitu berat”.

Dalam aksinya awut-awutan dari Januari 2015 sampai Juni 2017 – Reynhard mencari korbannya di luar klab-klub malam, diajak ke apartemennya, dibius dan diperkosa.

Dia memfilmkan aksinya dengan dua telepon selulernya, dan para korban tidak sadarkan diri.

Para korban yang terbangun tidak ingat apa yang berlaku pada mereka.

Reynhard ditangkap setelah seorang korban terbangun ketika ia sedang beraksi. Korban inilah yang mengadukannya ke polisi.

Dalam pembelaannya, Reynhard langgeng menekankan bahwa apa yang dia lakukan karena suka sama sering walaupun dalam film yang ia buat sendiri, korban terlihat terbaring dan tak sadarkan diri.

Namun para-para hakim banding dalam putusan yang diterbitkan Jumat (11/12) menolak suruhan hukuman seumur hidup secara mutlak yang tidak pernah diterapkan di dalam kasus bukan pembunuhan.

Hukuman total sebaya hidup tanpa ada hukuman sedikitnya untuk pengajuan pembebasan biasanya dijatuhkan kepada terpidana kasus pembunuhan mengandung, termasuk pembunuhan berantai, penculikan anak atau kejahatan dengan motif terorisme.

Jaksa sendiri menyatakan tambahan hukuman menjelma minilam 40 tahun, adalah yang terberat menyangkut kasus bukan pembunuhan.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di pesawat pencari lain

Terkait terungkapnya korban asing, polisi Manchester Mabs Hussain mengutarakan perkembangan ini tak lepas lantaran keberanian para korban sendiri.

“Perhatian sempurna kasus ini selalu adalah para korban dan upaya mendukung mereka selama pengalaman mengerikan mereka. Keberanian yang ditunjukkan para pria menunjukkan sesuatu yang luar biasa serta kami bersama mitra seperti St Mary’s Sexual Assault Referral Centre and Survivors (pusat bantuan korban perkosaan) akan terus mendukung para korban dan membantu mereka semampu kami, ” kata Hussain.

Korban bertambah 23 orang

Kepolisian Manchester Raya pula mengatakan sejak Reynhard dipenjara di awal Januari lalu, 23 korban lain telah teridentifikasi.

Polisi Mabs Hussain mengatakan, “Sebagai hasil dari penyelidikan lebih lanjut, pihak penyidik percaya bahwa Sinaga melakukan kejahatan seksi terhadap 206 pria. ”

“Kami masih belum mengidentifikasi sektiar 60 pria dan mendesak siapapun yang ngerasa mereka pernah menjadi korban untuk menghubungi kami, ” kata Hussain.

Dalam Januari lalu, kepolisian memperkirakan korban Reynhard berjumlah 195 orang dan dari jumlah ini, lebih sebab 70 belum diidentifikasi.

Dari 23 korban yang segar diidentifikasi, 12 di antaranya telah diketahui sementara 11 lainnya belum.

“Seperti banyak korban lainnya, mayoritas adam ini tengah menikmati keluar suangi di pusat kota Manchester sebelum menjadi sasaran Reynhard, ” tambahnya.

Hukuman seumur hidup terberat untuk kejadian bukan pembunuhan

Pada pertengahan Oktober semrawut, Kejaksaan Agung mengajukan kasus Reynhard dan Joseph McCann, terpidana perkosaan berantai lain ke Mahkamah Melaksanakan karena disebut jaksa sebagai kesalahan seksual yang sangat “luar lazim serius” sehingga mereka tidak dapat dibebaskan’.

Langkah Kejaksaan Agung menuntut hukuman total seumur hidup ke Mahkamah Banding itu adalah yang pertama di asing kasus pembunuhan sangat parah.

Dalam putusan, yang dikeluarkan hari Jumat (11/12) Mahkamah Banding menyebut para hakim sepakat bahwa hukuman seumur hidup total “tidak hanya untuk” kejadian pembunuhan berat saja.

Namun Mahkamah Banding menyatakan kejahatan yang dilakukan elok Reynhard maupun McCann, “berdasarkan penghargaan kami, tidak sejalan untuk menyambut hukuman total seumur hidup. ”

“Ini bukan untuk menafikan beratnya kejelekan namun justru untuk memastikan balasan paling berat dalam yurisdikasi kami dikhususkan untuk kasus-kasus paling serius yang melibatkan hilangnya nyawa, ataupun ketika rencana pembunuhan dengan rasio keseriusan serupa, berhasil dicegah. ”

Demikian bagian dari isi putusan itu.

Contoh-contoh yang diberikan termasuk “bom yang dipasang di pesawat komersial” yang tidak meledak atau lulus dicegah pihak berwenang untuk “menghindari pembunuhan massal. ”

Di Inggris, benduan yang menjalani hukuman total seumur hidup, termasuk pembunuh berantai, Rosemary West dan Stephen Port.

“Serangan seksi paling keji dan bejat yang mengejutkan bangsa. ”

Jaksa sendiri mengatakan tambahan hukuman terhadap Reynhard tersebut menjadikan kasus perkosaan tersebut jadi hukuman terparah dalam kasus dengan tidak menyangkut pembunuhan.

Jaksa di kantor Kejaksaan Agung Michael Ellis mengucapkan setelah putusan bahwa, “Kedua terpidana melakukan serangan seksual paling ceroboh dan bejat yang mengejutkan kaum. ”

“Saya berterima kasih berasaskan langkah yang diambil Mahkamah terpaut hukuman seumur hidup total, serta saya senang Mahkamah menerapkan aniaya minimal yang lebih lama. Hamba harap putusan ini dapat memberikan semacam… kepada para korban arah kejahatan keji ini, ” cakap Ellis.