Penembakan enam orang pengikut Rizieq Shihab: Polisi angkat bukti rekaman perkataan, FPI sebut ‘tak punya senjata api’

Diperbarui 9 jam yang lalu ANTARA Kepolisian mengucapkan memiliki bukti berupa rekaman suara, terkait ditembak matinya enam karakter yang diduga pengikut Rizieq Shihab, sementara Front Pembela Islam (FPI) mengatakan tidak memiliki senjata obor.

Penembakan enam orang pengikut Rizieq Shihab: Polisi angkat bukti rekaman perkataan, FPI sebut 'tak punya senjata api'

Kapolda dan pangdam Jaya

Kepolisian mengatakan memiliki tanda berupa rekaman suara, terkait ditembak matinya enam orang yang diduga pengikut Rizieq Shihab, sementara Front Pembela Islam (FPI) mengatakan tidak memiliki senjata api.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Polisi Tubagus Ade Hidayat mengatakan, “tidak benar (ada rekayasa terkait peristiwa penembakan) serta menyebut bukti adanya ” voice note ” (rekaman suara).

“Faktanya kita diserang, dan faktanya voice note -nya seperti itu. Sudah cakap itu mobil polisi, dan tak melakukan apa pun, tetapi dikerjakan proses penyerangan. Dan didapatkan senjata tajam dan senjata api dengan dirilis Kapolda, ” kata Tubagus.

Tetapi Sekretaris Umum FPI Munarman mengutarakan pihaknya tidak pernah memakai senjata api.

“Laskar kami tidak pernah dibekali dengan senjata api. Kami terbiasa dengan tangan kosong. Kalau tepat itu, tolong dicek, nomor registrasi senjata apinya, pelurunya, semua terekam, ” kata Munarman.

“Cek saja! Silakan dicek. Pasti bukan punya ana. Karena kami tidak punya kanal ke senjata api. Dan tak mungkin membeli dari pasar suram, ” tambahnya.

Benny K Harman, bagian DPR dari Komisi III dengan membidangi hukum, hak asasi pribadi dan keamanan mengatakan kepolisian menetapkan memberikan keterangan yang objektif kepada publik.

Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya.

“Kepolisian, harus memberikan penjelasan secara terbuka, secara objektif, secara jujur dan masuk akal, kepada terbuka, apa alasan mereka melakukan penembakan, ” kata politikus Partai Demokrat ini.

“Saya rasa barang bukti (yang ditunjukkan polisi dalam jumpa pers) itu tidak serta merta mampu menjelaskan secara masuk akal alasan penembakan… bisa saja alat fakta itu diambil dari tempat lain, lalu ditunjukkan, ” katanya sedang.

“Perlu diselidiki”

Barang bukti yang ditunjukkan polisi.

Erasmus Napitupulu, direktur Institute for Criminal and Justice Reform (ICRJ) mengatakan peristiwa ini perlu diselidiki.

“ICRJ meminta biar dilakukan penyelidikan yang serius, terang dan akuntabel terhadap penembakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang menyebabkan enam orang meninggal negeri, ” kata Erasmus.

“Oleh karena itu, ICJR mendorong kepada Mabes Polri, Kompolnas, Komnas HAM, dan Ombudsman RI untuk menyelidiki dengan betul-betul tindakan penembakan dari aparat kepolisian dalam peristiwa tersebut. Setiap kegiatan yang diambil oleh aparat kepolisian haruslah sesuai dengan ketentuan & peraturan yang berlaku serta bisa dipertanggungjawabkan, ” tambahnya.

Sebelumnya, kepolisian serta FPI sama-sama mengeklaim diserang terlebih dahulu.

“Kalau mereka mau pengajian, kok harus menyerang polisi yang tersedia di belakangnya. Kalau mau pengajian, lakukan saja, kita tidak hendak lakukan apa pun, ” introduksi Tubagus.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran sebelumnya juga mengatakan kejadian yang sama.

“Sehingga terhadap kelompok pengikut MRS (Muhammad Rizieq Shihab) berjumlah 10 orang, yang melakukan penyerangan terhadap anggota (polisi), dilakukan tindakan jelas dan meninggal dunia sebanyak enam orang, ” ungkap Kapolda Metro Jaya, Senin (07/12).

Keterangan resmi kepolisian menyebutkan sejumlah pengikut Rizieq Shihab melakukan penyerangan terhadap kendaraan petugas di Tol Jakarta-Cikampek Km 50, sekitar pukul 00. 00 WIB, Senin (07/12) dini hari.

Dalam masukan tertulis yang diterima BBC, Senin (07/12), Ketua Umum DPP FPI Ahmad Shabri Lubis mengatakan sudah terjadi apa yang disebutnya sebagai “peristiwa penghadangan dan penembakan kepada rombongan Rizieq Shihab”.

“Benar ada perkara penghadangan, dan penembakan terhadap rombongan Habib Rizieq Shihab dan tanggungan, serta penculikan terhadap enam karakter laskar pengawal Habib Rizieq, ” kata Shabri dalam keterangan tertulis itu.

Kejadiannya, menurut Shabri, terjadi pada dekat pintu Tol Kerawang Timur.

Dia mengeklaim saat insiden itu Rizieq sedang menuju tempat pengajian yang disebutnya untuk internal anak.

Apa isi jumpa pers Kapolda Metro Jaya?

Lebih lanjut Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, di jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (07/12) siang, mengatakan, aparatnya yang berjumlah enam orang membuntuti kendaraan yang diduga ditumpangi pengikut Rizieq.

Hal ini dikerjakan terkait rencana pemeriksaan polisi akan Rizieq Shihab dalam perkara sangkaan pelanggaran keramaian protokol kesehatan covid-19 yang rencananya digelar Senin pagi.

“Terjadi penyerangan terhadap anggota Polri dengan sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10. 00 WIB, ” kata Fadil Imran.

Dalam jumpa pers, Fadil didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Di hadapan wartawan, Kapolda dan Pangdam memamerkan beberapa senjata api dan senjata tajam yang diklaim digunakan hamba Rizieq untuk menyerang anggota petugas.

Cara penyelidikan ini dilakukan setelah polisi menerima informasi bahwa akan ada pengerahan massa pendukung Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya, sebutan Kapolda.

“Dan ketika anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yang diduga pengikut MRS, kendaraan petugas dipepet, lalu kemudian diserang dengan memakai senjata api dan senjata tajam, ” ungkap Fadil Imran.

Menurut Kapolda, petugas kepolisian yang “terancam kesejahteraan jiwanya karena diserang”, kemudian melangsungkan “tindakan tegas-terukur”.

“Sehingga terhadap kelompok pengikut MRS (Muhammad Rizieq Shihab) berjumlah 10 orang, yang melakukan penyerbuan terhadap anggota, dilakukan tindakan tegas dan meninggal dunia sebanyak enam orang, ” ungkap Kapolda Metro Jaya.

“Adapun empat orang lainnya, lari diri, ” tambahnya.

Hasil penyelidikan polisi menyebutkan bahwa pelaku penyerangan bagian polisi itu adalah “laskar khusus” yang selama ini dianggap menyekat penyelidikan terhadap pimpinan FPI, kata pendahuluan Kapolda Metro Jaya.

Fadil Imran menambahkan, akibat serangan itu, kendaran milik polisi mengalami kerusakan “karena dipepet” dan “terkena tembakan”.

“Tidak ada anggota polisi yang terluka, ” ungkapnya.

Apa tanggapan FPI mengenai kejadian tersebut?

Melalui keterangan tertulis kepada media, FPI menyebut perkara tersebut sebagai “penghadangan terhadap rombongan Rizieq Shihab” dalam perjalanan dalam jalan tol menuju sebuah pengajian internal keluarga.

Versi FPI menyebut peristiwa itu terjadi di dekat kesempatan Tol Kerawang Timur, seperti diungkap Ketua Umum DPP FPI Ahmad Shabri Lubis, dalam keterangan terekam kepada media, Senin (07/12).

Shabri mengklaim bahwa rombongan itu “dihadang oleh preman OTK (orang tidak dikenal)” yang diduga melakukan penguntitan kepada Rizieq.

Dia mengeklaim orang-orang itu “menghadang dan mengeluarkan tembakan kepada angkatan pengawal keluarga”.

Akibatnya, lanjutnya, enam orang yang disebutnya sebagai “pengawal keluarga Rizieq Shihab” belum diketahui keberadaannya.

Shabri menyebut satu kendaraan menyimpan enam orang laskar FPI “tidak diketahui keberadaannya”.

Dia mengklaim itu “diculik”.

Apa tanggapan Pangdam Jaya?

Pada hadapan wartawan, Fadil kembali meminta agar Rizieq Shihab memenuhi panggilan pemeriksaan oleh tim penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus kelompok orang di markas FPI dengan diduga melanggar protokol kesehatan.

Kapolda Metro Jaya juga meminta agar Rizieq dan pengikutnya tidak menghalangi jalan penyidikan.

Sementara, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan pihaknya membantu langkah Kapolda dan meminta supaya Rizieq Shihab “segera mengikuti preskripsi hukum yang berlaku”.