Pemilu AS: Kemenangan Biden atas Trump dikukuhkan electoral college

22 menit yang lalu Reuters Para anggota electoral college Amerika Serikat mengukuhkan hasil Joe Biden dalam pemilihan presiden, satu dari rangkaian langkah terakhir yang ia perlukan untuk menyimpan kursi kepresidenan.

Pemilu AS: Kemenangan Biden atas Trump dikukuhkan electoral college

Para anggota electoral college Amerika Serikat mengukuhkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden, satu dari rangkaian langkah belakang yang ia perlukan untuk menyembunyikan kursi kepresidenan.

Kandidat dari Golongan Demokrat itu memenangkan Pilpres GANDAR pada bulan November dengan bayaran 306 suara electoral college, dipadankan 232 suara yang diperoleh kandidat partai Republik Donald Trump.

Dalam pola pilpres AS, rakyat sebenarnya memberikan suara untuk para “elektor”, dengan kemudian secara resmi memilih salah satu kandidat beberapa pekan setelah hari pemilihan.

Biasanya para elektor tidak mendapatkan banyak perhatian. Tetapi tahun itu, karena upaya gigih dari Trump untuk mempertanyakan dan membatalkan buatan pemilu – melibatkan gugatan norma yang ditolak oleh pengadilan-pengadilan pada seantero negeri – pemungutan suara di negara-negara bagian menjadi sorotan.

California – pendukung keras Partai Demokrat – dengan 55 elektornya, adalah salah satu negara bagian terakhir yang memberikan bahana pada hari Senin dan memajukan Biden melewati ambang batas 270 suara yang diperlukan untuk memenangkan kursi kepresidenan.

Beberapa negara bagian, termasuk Michigan dan Georgia, memperketat ketenteraman menjelang pemungutan suara, yang dilangsungkan di ibu kota- ibu kota negara bagian dan Washington DC.

Pada Michigan – negara bagian kunci yang dimenangkan Biden – biro legislatif di ibu kota negeri bagian, Lansing, ditutup karena risiko kekerasan yang “kredibel”.

Pemungutan suara dalam gedung DPR berlangsung dengan tenteram meskipun sekelompok pendukung Partai Republik berusaha memasuki gedung untuk melakukan pemungutan suara mereka sendiri dan ditolak.

“Rakyat telah berbicara. Ini ialah pemilihan yang aman dan jujur, ” kata Gubernur Gretchen Whitmer, seorang politikus Demokrat yang telah menjadi sasaran plot penculikan yang digagalkan FBI awal tahun ini. “Setelah hari ini, hasilnya hendak final. ”

Siapakah para elektor?

Setiap partai politik yang mengajukan calon pemimpin menominasikan atau memilih elektornya tunggal berbulan-bulan sebelum hari pemilihan.

Begitu kita tahu siapa yang memenangkan pandangan terbanyak di suatu negara bagian, kita tahu partai mana yang akan menunjuk para elektor untuk negara bagian itu.

Konstitusi AS cuma menyatakan bahwa elektor tidak bisa menjadi anggota Kongres atau orang lain yang sedang memegang bagian federal. Tahun ini, elektor menyesatkan terkenal adalah mantan Presiden Bill Clinton dan calon presiden 2016 Hillary Clinton, yang dipilih sebab Partai Demokrat di New York.

Para elektor hampir selalu memberikan suara serasi dengan kandidat yang mereka janjikan untuk dipilih, meskipun pada tarikh 2016 beberapa elektor tidak melakukannya dan ini mendorong negara arah untuk mengubah undang-undang mereka menetapkan mencegah hal itu terulangnya balik.

Para analis mengatakan hampir tidak ada kemungkinan bahwa kemenangan Biden bisa dibatalkan.

Jumlah elektor di setiap negara bagian secara kasar sebati dengan jumlah penduduknya.

Apa yang berlaku selanjutnya?

Hasil proses pemungutan suara dikirim ke Washington DC dan dengan formal dihitung dalam sidang gabungan Kongres pada 6 Januari dengan dipimpin oleh Wakil Presiden Mike Pence.

Penghitungan itu akan membuka berkepanjangan bagi Joe Biden untuk dilantik sebagai presiden pada 20 Januari.

Biden berencana untuk berpidato kepada kaum pada hari Senin malam sesudah para elektor memberikan suara mereka, tim transisinya mengumumkan.

Ia diperkirakan mau mengatakan bahwa demokrasi telah “menang” di Amerika Serikat, seraya memasukkan: “Api demokrasi telah menyala di negeri ini sejak lama. & kita sekarang tahu bahwa tak ada – bahkan pandemi meskipun – atau penyalahgunaan kekuasaan. berantakan yang dapat memadamkan api itu. ”

Bulan lalu, Presiden Trump mengucapkan akan melepaskan jabatannya pada Januari jika Biden dikukuhkan sebagai pemenang pemilihan presiden oleh electoral college. Namun demikian, ia terus memproduksi klaim tak berdasar tentang kecurangan pemilu dan belum ada tanda-tanda bahwa ia akan menyerah.

Masih adakah peluang buat Trump?

Analisis Anthony Zurcher, reporter BBC News di Amerika Melahirkan

Pertemuan empat tahunan electoral college AS biasanya sekadar formalitas dalam perjalanan menuju pelantikan presiden — sisa kegiatan politik masa semrawut yang sudah lama kehilangan kekuatan dan relevansinya.

Namun, strategi bumi terbakar Donald Trump untuk menantang hasil pemilu 2020, telah menarik menghiraukan baru pada proses ini.

Meskipun awak hukumnya belum berhasil membalikkan buatan pemungutan suara di beberapa negara bagian, pencatatan resmi surat suara electoral college di seluruh GANDAR akan secara efektif mengakhiri siasat peradilan jangka panjang ini.

Itu tak berarti tim Trump akan taat, tentu saja. Mereka mengadakan cara electoral college tandingan dengan serangkaian suara alternatif yang menyatakan si presiden sebagai pemenang sebenarnya. Mereka akan melanjutkan gugatan hukum dengan sia-sia di pengadilan dan, dalam akhirnya, meminta Kongres untuk menggugurkan hasil pemilihan.

Ini adalah realitas pilihan yang barangkali lebih nyaman bagi para suporter Donald Trump, daripada realitas Joe Biden adalah pemimpin terpilih.

Mengingat bahwa Dewan Perwakilan Anak buah dikendalikan oleh Demokrat, penghitungan sah suara electoral college akan disertifikasi oleh negara bagian pada keadaan Senin dan undang-undang federal tersedia di pihak Biden. Bagaimanapun, peluang Trump untuk sukses di dunia nyata hampir nol.