Pemilu Amerika: Pilpres ‘selesai’ kata Biden setelah Trump menerima transisi tanduk

Diperbarui 5 jam yang lalu Getty Images Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden mengatakan “pemilu telah selesai” setelah Donald Trump menerima bahwa pemindahan kekuasaan ke pemerintahan baru, bisa dimulai.

Pemilu Amerika: Pilpres 'selesai' kata Biden setelah Trump menerima transisi tanduk

Presiden terpilih Amerika Konsorsium Joe Biden mengatakan “pemilu sudah selesai” setelah Donald Trump menyambut bahwa pemindahan kekuasaan ke pemerintahan baru, bisa dimulai.

“Saatnya untuk mengesampingkan keberpihakan dan retorika saling menjelekkan satu sama lain. Kita perlu bersatu, ” kata pendahuluan Biden dan cuitannya Selasa (24/11).

Sebelumnya Donald Trump mengatakan bahwa dirinya merekomendasikan sebuah lembaga federal “melakukan apa yang perlu ditempuh” terpaut transisi kekuasaan, meski berkeras akan terus menentang hasil pemilihan presiden AS.

Lembaga General Services Administration (GSA) menyatakan telah mengakui Biden sebagai “pemenang yang jelas”.

Hal ini mengemuka setelah kemenangan Biden dalam Negara Bagian Michigan telah diresmikan.

Apa yang dikatakan Trump?

Trump merilis cuitan setelah GSA, yang dengan resmi ditugasi mengawali transisi kepresidenan, menginformasikan tim Biden bahwa metode akan dmulai.

Emily Murphy selaku pejabat GSA – yang dipilih Trump – mengatakan dirinya membuka kanal dana sebesar US$6, 3 juta (Rp89, 7 miliar) kepada kepala terpilih.

Seraya berikrar untuk meneruskan “pertarungan”, Trump berkata: “Bagaimanapun, demi hajat terbaik bagi negara kita, hamba merekomendasikan kepada Emily dan timnya untuk melakukan apa yang menetapkan ditempuh terkait protokol awal, serta saya telah menginstruksikan kepada awak saya untuk melakukan hal sebangun. ”

Murphy mengaku dirinya tidak mendapat tekanan dari Gedung Putih perihal keputusannya.

“Perlu diperjelas, beta tidak menerima perintah apapun untuk menunda keputusan saya, ” sebutnya dalam surat kepada Biden.

“Akan tetapi, saya mendapat ancaman melalui daring, telepon, dan surat perihal kesejahteraan saya, keluarga saya, staf saya, dan bahkan hewan peliharaan kami dalam upaya memaksa saya mewujudkan keputusan ini secara prematur.

“Walau dihadapkan pada ribuan ancaman, saya tentu berkomitmen menegakkan hukum. ”

Tim Biden menyambut baik surat tersebut.

“Keputusan keadaan ini adalah langkah yang diperlukan untuk mulai menangani berbagai tantangan yang dihadapi bangsa kita, tercatat mengendalikan pandemi dan mengembalikan ekonomi kita pada jalurnya, ” ucap tim Biden dalam pernyataan sah.

“Keputusan aksi ini adalah tindakan administrasi yang pasti untuk memulai metode transisi secara resmi dengan lembaga-lembaga federal. ”

Bagaimana dengan gugatan Trump?

Trump dan para sekutunya mengalami serangkaian kekalahan di sejumlah pengadilan negara-negara bagian kunci dalam upaya menyalahi hasil Pilpres AS 2020.

Tim gerakan Trump dilaporkan mencoba meyakinkan para-para anggota parlemen negara-negara bagian dari Partai Republik untuk menunjuk pemilih mereka guna memilih Trump, tapi upaya itu tidak berhasil.

Di Negara Periode Wisconsin , penghitungan ulang sebagian suara sedang berjalan atas permintaan tim kampanye Trump. Beberapa pejabat pemilu menuduh sebesar pendukung Trump menghalangi proses pem ulang tersebut.

Mereka mengatakan dalam kurang kasus, pengamat dari kubu Trump menentang penghitungan setiap kertas suara secara sengaja untuk memperlambat metode.

Pada Negara Bagian Pennsylvania , seorang hakim Republikan memutuskan tim kampanye Trump berupaya “meniadakan hampir tujuh juta suara” minus bukti nyata. Para pengacara Trump kini mengajukan banding di mahkamah Philadelphia.

Upaya hukum Trump lainnya dalam negara bagian tersebut gagal menukar keunggulan Biden sebanyak sekitar 80. 000 suara.

Tim kampanye Trump serupa menyerukan perhitungan ulang di Negara Bagian Georgia , setelah penghitungan secara manual meyakinkan kemenangan Biden di negara arah tersebut.