Papua: Kelompok bersenjata OPM menggugat ‘terus perangi aparat keamanan’, Satgas Nemangkawi ajak buka dialog seperti di Aceh

41 menit yang lalu Sumber gambar, ANTARA Pemerintah Indonesia dan kelompok bersenjata pro-kemerdekaan Papua kembali didesak melakukan “jeda kemanusiaan” untuk mencegah korban berjatuhan menyusul baku arah yang terjadi di Negeri Kiwirok, Pegunungan Bintang.

papua-kelompok-bersenjata-opm-ancam-terus-perangi-aparat-keamanan-satgas-nemangkawi-ajak-buka-dialog-seperti-di-aceh-8

papua

Sumber tulisan, JARANG

Pemerintah Nusantara dan kelompok bersenjata pro-kemerdekaan Papua kembali didesak melangsungkan “jeda kemanusiaan” untuk menghalangi korban berjatuhan menyusul patokan tembak yang terjadi di Distrik Kiwirok, Pegunungan Kartika.

Tapi juru cakap kelompok bersenjata pro-kemerdekaan membuktikan tidak akan menghentikan penyerangan selama pemerintah Indonesia tak mau duduk bersama pada meja perundingan yang dimediasi oleh PBB.

Mengenai Satgas Nemangkawi mengatakan pihaknya berharap kelompok yang dilabeli teroris kriminal bersenjata tersebut mau membuka dialog laksana perundingan damai Aceh.

Kawanan bersenjata pro-kemerdekaan Papua mengesahkan bertanggung jawab atas tewasnya seorang anggota TNI, Pratu Uda Bagus Putu dalam Selasa (21/09) dan bagian Brimob Muhammad Kurniadi di dalam Minggu (26/09).

Insiden baku arah itu terjadi setelah penyerbuan terhadap puskesmas di Kawasan Kiwirok yang menyebabkan meninggalnya seorang tenaga kesehatan bernama Gabriella Meilani.

Ahli bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Sebby Sambom, mengatakan pihaknya akan tetap “memerangi aparat keamanan Indonesia” ke seluruh wilayah Papua dan Papua Barat semasa pemerintah Indonesia tidak sedia duduk bersama di meja perundingan yang dimediasi sebab perwakilan PBB.

“Ini adalah perang pembebasan keturunan Papua Barat untuk kebebasan. Karena itu perang tidak akan berhenti dan bersambung di seluruh kabupaten ataupun wilayah Papua dan Papua Barat, ” ujar Sebby Sambom kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (26/09).

“Kami punya 34 komando wilayah pertahanan. Yang telah mulai di Intan Jaya, Ndugama, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Dorong, ” sambung Sebby.

“Karena itu lebih bagus pemerintah Indonesia membuka muncul untuk ke meja perundingan. ”

papua

Sumber gambar, ANTARA

Karena itulah, ia menodong warga sipil dari luar Papua untuk meninggalkan Papua karena TPNPB tak mampu menjamin keselamatan mereka pada “perang melawan aparat kebahagiaan Indonesia”.

TPNPB dan Pemerintah RI ‘harus terapkan jeda kemanusiaan’

Pengacara hak pokok manusia, Yan Christian Warinussy, mendesak kelompok bersenjata pro-kemerdekaan Papua dan pemerintah Nusantara untuk melakukan “jeda kemanusiaan” demi mencegah korban berjatuhan seperti yang menimpa seorang tenaga kesehatan di Daerah Kiwirok, Gabriella Meilani & anggota dari aparat ketenteraman.

Sebab kata tempat, eskalasi konflik di Papua “sudah tidak bisa teristimewa dibiarkan” sehingga harus dihentikan.

Ia berkaca pada rentetan peristiwa kekerasan yang lalu. Begitu terjadi penembakan yang menewaskan seorang anggota Polri atau TNI, akan tersedia warga sipil Papua yang menjadi korban karena dianggap bagian dari kelompok kriminal bersenjata, sebutan pemerintah kepada TPNPB.

“Hari ini tersedia satu polisi dibunuh, besok atau lusa pasti akan ada korban dari karakter Papua dengan gampang dilabelkan pengikut kelompok ini, ” ujar Yan Christian Warinussy kepada BBC News Indonesia, Minggu (26/9).

Catatan Amnesty Internasional Indonesia sepanjang 2018 hingga 2020 setidaknya tersedia 53 kasus pembunuhan pada luar hukum di Papua dan Papua Barat dengan total 106 korban meninggal.

Namun demikian, segenap kekerasan itu tidak sudah diselidiki dan pelakunya tidak pernah diseret ke mahkamah, ujar Yan. Sehingga aksi-aksi kekerasan serupa terus terjadi.

papua

Sumber gambar, ANTARA

“Dari kasus ke peristiwa terjadi, orang yang menyelenggarakan atau bertanggung jawab tak pernah dibawa ke pengadilan. Penegakan hukum tidak pernah jalan dengan baik. ”

Adapun warga dengan akhirnya mengungsi setelah konflik pecah sudah mencapai ribuan. Terakhir, kata Yan, setidaknya ada 3. 000 orang dari beberapa kampung di Kabupaten Maybrat, mengungsi sesudah konflik antara TPNPB & TNI-Polri pada September redup.

Sebelumnya pada 2019, sekitar 2. 000 awak Kabupaten Nduga mengungsi setelah peristiwa kekerasan bersenjata dengan menewaskan 16 pekerja PT Istaka Karya.

Tatkala di Distrik Kiwirok, Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, mengatakan ada satu. 000 warga dari Pokok Kota Distrik Kiwirok mengungsi ke daerah terdekat dengan dianggap aman, katanya laksana dilansir Jubi. co. id.

Bagi Yan, ancangan kekerasan yang diterapkan negeri Indonesia untuk menghentikan pertentangan di Papua tidak hendak berhasil.

“Kalau tanpa dialog, tidak akan sudah berakhir kekerasan ini & semakin menjustifikasi daerah Papua tidak aman. Presiden harus mengambil keputusan untuk menyelenggarakan pendekatan lebih humanis. ”

“Ini (konflik) harus dihentikan dan mari kita kata. ”

Satgas Nemangkawi buka dialog

Juru Kata Satgas Nemangkawi, Ahmad Mustofa Kamal, mengatakan pihaknya berharap kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat –yang dilabeli pemerintah sebagai kelompok teroris kriminal bersenjata– mau menggelar dialog seperti yang dilakukan saat perundingan damai antara pemerintah Indonesia dengan Putaran Aceh Merdeka (GAM).

Cara itu, menurut dia, lebih baik ketimbang terus menerus dengan kekerasan.

perundingan damai Aceh

“Silakan ada jalur-jalur hubungan dengan sistem politik seolah-olah yang dilakukan di Aceh, ada permufakatan dan kata sepakat. Itu harapan kita seluruh, sehingga bisa melakukan acara dengan baik dan kebersamaan, ” kata Ahmad Mustofa Kamal kepada BBC News Indonesia, Minggu (26/09).

“Kita juga enggak mau perang setiap hari. Begitu ada kekerasan pasti ada yang menangis, ” sambungnya.

Cakap Musofa Kamal, aksi-aksi kekerasan di Papua meningkat pada setahun terakhir. Ia mengeklaim di Pegunungan Bintang, dengan selama ini aman sejak serangan TPNPB.

Untuk mengejar pelaku penyerangan puskesmas di Distrik Kiwirok, Satgas Nemangkawi mengerahkan setidaknya 50 personel.