Palestina-Israel: Badan PBB investigasi kebengisan yang terjadi di wilayah konflik, bagaimana reaksi ke-2 kubu?

8 jam yang lalu Sumber gambar, EPA Dewan PEDOMAN PBB memutuskan membuka investigasi kekerasan dalam konflik kurun Israel dengan kelompok Palestina, Hamas. Badan ini menyambut resolusi yang diusulkan sebab kelompok negara Islam setelah mendapat dukungan suara sebab 24 negara, dengan menolak sebanyak sembilan negeri.

palestina-israel-badan-pbb-investigasi-kekerasan-yang-terjadi-di-wilayah-konflik-bagaimana-reaksi-kedua-kubu-9

Sumber gambar, EPA

Balai HAM PBB memutuskan menelungkupkan investigasi kekerasan dalam pertikaian antara Israel dengan klan Palestina, Hamas.

Lembaga ini menerima resolusi yang diusulkan oleh kelompok negeri Islam setelah mendapat dukungan suara dari 24 negeri, dengan yang menolak sebesar sembilan negara.

Amerika Serikat mengatakan keputusan tersebut mengancam ketenangan yang sejauh itu sedang berlangsung di daerah tersebut.

Setidaknya 242 awak Palestina tewas di Gaza dan 13 orang mati dari pihak Israel semasa 11 hari pertempuran yang berakhir dengan gencatan senjata Jumat pekan lalu yang dimediasi oleh Mesir.

Kekerasan itu terjadi setelah terjadi ketegangan semasa berminggu-minggu Israel-Palestina di zona pendudukan Yerusalem Timur. Puncaknya berupa bentrokan yang terajadi di kompleks al-Aqsa, wadah suci bagi umat Muslim dan Yahudi.

Ketegangan tersebut juga berbuntut perang peluru antara kelompok Palestina, Hamas, dengan pasukan Israel.

Proposal resolusi untuk memulai penyelidikan ini diusulkan sebab Organisasi Kerjasama Islam (OIC) dan perwakilan Palestina pada PBB. Mereka menyerukan pembentukan Komisi Penyelidikan permanen untuk melaporkan kekerasan HAM dengan terjadi di Israel, Tepi Barat dan Gaza.

Proposal ini juga berisi seruan penyelidikan dari “seluruh akar persoalan yang menyebabkan ketegangan terus berulang, ketidakstabilan & berlarut-larutnya konflik”.

Sumber tulisan, Reuters

Dalam pembukaan bagian dewan, Kepala HAM PBB, Michele Bachelet mengatakan tempat prihatin mengenai tingginya nilai korban di Gaza serta memperingatkan bahwa serangan Israel mungkin merupakan kejahatan perang.

Dia juga menggambarkan tembakan roket Hamas ke Israel sebagai tak pandang bulu dan sebuah “kekerasan dengan jelas” dari kejahatan kemanusiaan internasional.

Sembilan perwakilan negara, termasuk sejumlah negara Barat, menyatakan menolak proposal tersebut, dan 14 negara lainnya menyatakan abstain. China dan Rusia termasuk negara yang mendukung resolusi tersebut.

Sementara, Amerika Serikat, yang menjadi peninjau dalam dewan tersebut, tak mengambil bagian pada perdebatan.

“Sangat disayangkan, ketika kami dan yang lain bekerja untuk menegakkan & menguatkan gencatan senjata, memastikan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan melanjutkan kerja sungguh-sungguh untuk berdiskusi mengenai cara untuk mencapai perdamaian wujud, sejumlah anggota di Badan HAM telah memilih untuk mengikutsertakan dalam sebuah distraksi yang tak menambah apa-apa dalam upaya diplomatik dan upaya kemanusiaan, ” logat pernyataan tersebut.

Sumber gambar, SOPA Images/LightRocket via Getty Images

“Keputusan hari tersebut menjadi ancaman yang membahayakan kemajuan yang telah dibuat dalam beberapa pekan terakhir. ”

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengecam jalan ini sebagai “contoh lain dari obsesi anti-Israel dengan terang-terangan dari Dewan PEDOMAN PBB. ”

Tapi menteri luar negeri Palestina mengutarakan ini mencerminkan “tekad masyarakat internasional untuk bergerak maju di jalur akuntabilitas, penegakan hukum, dan perlindungan kepada HAM warga Palestina. ”

Sementara itu, Hamas menganjurkan “langkah segera untuk menghukum” Israel.

Sumber gambar, Reuters

Pemungutan suara untuk mengambil langkah investigasi ini dikerjakan setelah Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengakhiri tiga hari kunjungan ke Timur Tengah.

Pada Selasa kemarin, Blinken mengunjungi Susur Barat, menyerukan gencatan senjata untuk diperkuat dan menjanjikan bantuan untuk membangun Gaza kembali.

Sebelumnya, Blinken menetapkan kembali dukungan “komitmen baja” untuk keamanan Israel.

Indonesia: Dewan HAM PBB harus prioritaskan akuntabilitas dan pelindungan HAM rakyat Palestina

Sementara itu, Indonesia menyerukan Sidang HAM harus satu suara dalam menyerukan penghentian kekerasan di Palestina.

Ini buat memastikan segera terbukanya kanal bantuan kemanusiaan, dan menetapkan adanya akuntabilitas terhadap pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi terhadap rakyat Palestina.

Demikian pernyataan Kuasa Usaha Ad Interim/Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Grata E. Werdaningtyas pada Sesi Khusus Dewan HAM mengenai Status HAM di Occupied Palestinian Territory (OPT) (27/05/2021).

“Walaupun Indonesia menyambut baik gencatan senjata antara Hamas dan Israel, Indonesia mencatat bahwa solusi yang permanen hanya dapat dihasilkan apabila hak-hak rakyat Palestina dihormati dan dilindungi secara penuh, ” lanjut Dubes Grata, bagaikan yang disiarkan di laman Kementerian Luar Negeri RI pada Jumat (28/05). Peristiwa ini, lanjutnya, merupakan pendirian yang Indonesia selalu majukan di Dewan HAM.

Untuk menyesatkan video ini, aktifkan JavaScript atau coba di instrumen pencari lain