Natal dan tahun baru: Tingkat hunian RS Covid-19 hampir 100%, epidemiolog desak ‘tindakan luar biasa’ negeri

4 jam dengan lalu ANTARAFOTO/Indrianto Eko Suwarso Tingkat hunian di rumah sakit rujukan Covid-19 pada masa libur Natal dan tahun baru sudah menyentuh 90%, jauh dibawah angka konseptual sebesar 50% yang ditetapkan WHO.

Natal dan tahun baru: Tingkat hunian RS Covid-19 hampir 100%, epidemiolog desak 'tindakan luar biasa' negeri
  • Muhammad Irham
  • BBC News Indonesia

covid-19

Tingkat tempat di rumah sakit rujukan Covid-19 pada masa libur Natal & tahun baru sudah mencapai 90%, jauh dibawah angka ideal sebesar 50% yang ditetapkan WHO.

Sebanyak pasien Covid-19 dengan gejala, berangkat dicampur dengan pasien tanpa gejala saat menjalani isolasi di fasilitas yang disediakan pemerintah, di tengah hunian tempat tidur rumah sakit yang makin penuh.

Pemerintah daerah mulai membuka ruang isolasi baru, tercatat merekrut relawan kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca libur panjang akhir tahun.

Persatuan Rumah Rendah Indonesia menyatakan akan lebih diskriminatif menerima pasien berdasarkan gejalanya di tengah tingkat ketersediaan tempat terbaring yang semakin sedikit.

Epidemiolog mengeluarkan peringatan keras agar pemerintah mengambil “tindakan luar biasa”, tetapi pemerintah mengatakan, sudah diambil langkah untuk mengatasi masalah.

Andri Prasetiyo, 27 tahun, sudah satu pasar menjalani isolasi di Wisma Makara Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Hasil tes usapnya keluar 16 Desember lalu dengan hasil meyakinkan Covid-19.

“Demam tinggi 39, 5C, nyeri dada sesak napas, nyeri sekujur tubuh, nggak bisa mencium bau, lelap indra perasa, makin ke sini saya ketambahan gejalanya, ada batuk darah ada flek darahnya. ”

“Telinga oleh karena itu sakit karena flu berkepanjangan, tidak bisa mendengar karena berdenging. Gamak lengkap saya, ” kata Andri menjelaskan gejala Covid-19 yang ia rasakan kepada BBC News Indonesia, Kamis (24/12).

Saat mengetahui terinfeksi Covid-19, Andri keringat dingin dengan suhu badan di atas 38C. Ia menghubungi sejumlah RS rujukan, akan tetapi semua penuh.

“Saya pusing, harus ke mana lagi. Di Depok semua sudah penuh, ” katanya.

covid-19

Setelah mendapat telepon balik dari Puskesmas, Andri disarankan untuk langsung menuju RS Universitas Indonesia (RSUI). Dia pun bergegas dengan menyewa ambulans.

“Di RSUI, IGD penuh, ruangan nggak ada. Saya awal-awal datang periksa segala macam di kursi genting di lorong IGD, ” kata pendahuluan Andri.

Pasien yang berdatangan dengan gejala berat juga harus berputar menggunakan tempat tidur dengan pasien lainnya untuk menunggu giliran diperiksa. Pemeriksaan lanjutan ini di antaranya rontgen paru, rekam jantung, dan tekanan darah.

covid-19

“Di lorong, saya dapat di jalan. Benar-benar untuk lalu lalang orang, dapat bed . Dan tersebut pun gantian dengan beberapa orang ketika harus periksa, ” introduksi Andri.

Selama menunggu untuk memiliki ruang perawatan, Andri menunggu pada kursi tunggu pasien dengan sebotol infus. Ia baru diberi makan jam 9 malam.

“Jam satu malam dibangunin. Bapak harus pindah dari sini. Kita nggak ada ruangan. Masih banyak yang kondisinya lebih buruk. Jadi, ini harus kita clearance , bapak tidak bisa di lorong itu, ” kata Andri menirukan petugas RS.

covid-19

Setelah mengantre ambulans, belakangan pukul 5 pagi, Andri hangat diantar ke Wisma Makara.

“Padahal Wisma Makara itu untuk orang tanpa gejala, sedangkan saya bergejala, ” katanya.

Meskipun dengan sejumlah fakta, Andri dicatat sebagai pasien secara status Orang Tanpa Gejala (OTG), dan diusulkan dirawat di Rumah Makara.

Wisma ini hanya dilengkapi alat pemeriksaan kesehatan berkala: tensi darah, oksimeter, dan pengukur guru tubuh.

Namun, kondisinya makin memburuk 3 hari belakangan. Demam tinggi disertai batuk dengan flek darah.

Dia mengatakan pihak Wisma menjanjikan bakal merujuknya ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap, tapi hingga Kamis (24/12) belum tersedia kabar lagi.

covid-19

“Dijanjikan akan dicarikan rumah sakit rujukan, tapi saat ini belum ada. Kalau nggak jelas penanganannya seperti ini recovery saya lama dan sampai kapan? Masak saya kudu terkatung-katung di tempat isolasi tanpa ada penanganan? ” kata Andri.

Sementara itu, Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengutarakan akan melakukan kroscek terkait pasien bergejala yang ditempatkan di Rumah Makara (tempat isolasi OTG).

“Karena gejala ringan dari awal pun, Makara UI dan PSJ (Pusat Studi Jepang) itu tidak menerima, karena harus di rumah rendah, ” katanya.

Saat ini Satgas Covid-19 Kota Depok mencatat tingkat hunian RS rujukan di daerahnya buat ICU mencapai 90, 91%, tatkala ruang isolasi 83, 17%.

“Kapasitas dalam Wisma Makara UI itu 120. Hari ini sudah terisi telah 90% dari 120 itu buat OTG. Dan, mulai hari ini ditambah lagi kapasitas sekitar 40 tempat tidur di Guest House Pusat Studi Jepang Universitas Nusantara, ” katanya kepada BBC News Indonesia, Kamis (24/12).

covid-19

Dalam mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19, Pemkot Depok melarang Aparatur Sipin Negara (ASN) untuk keluar kota, termasuk perayaan suangi tahun baru.

“Jadi nanti, Satgas Covid-19 kota Depok berkolaborasi dengan TNI-Polri akan melakukan monitoring, pengawasan tercatat juga gakum (penegakan hukum), ” kata Dadang.

‘Satu kamar diisi tiga orang tanpa sekat’

Di Bantul, Yogyakarta, Shinta Maharani sudah lebih dari sepekan menjalani isolasi di Gedung Badan Perluasan SDM Perhubungan (BPSDMP).

Tempat itu diperuntukan bagi pasien Covid-19 yang tak memiliki gejala hingga gejala ringan.

“Empat hari sebelum keluar hasil swab muncul ruam merah di dagu dengan bintik-bintik seperti pasir, punggung pegal, dan letih. Dua hari selama di shelter malam hari sesak dan panas, ” kata Shinta kepada BBC News Indonesia.

Menurut Shinta, tempat ini belum ideal buat menjalani isolasi.

“Saya kira mulia kamar diisi satu orang. Tapi ternyata satu kamar diisi 3 orang tanpa sekat, ” katanya.

covid-19

Sebelum masuk ruang isolasi itu, ia juga tak mendapat pemeriksaan lanjutan seperti rekam jantung, lagu darah dan suhu tubuh.

“Sampai shelter hanya dikasih kamar, peralatan makbul, dan vitamin, ” katanya.

Di tempat isolasi yang berisi lebih daripada 100 orang ini, kata Shinta, antara OTG dengan bergejala rendah tetap dicampur dalam satu kamar. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dilaporkan melalui pesan grup.

“Tidak sudah ada pemeriksaan langsung, ” katanya.

Kabid Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Yogyakarta, Yuli Kusuma Astuti mencatat level keterisian RS sudah mencapai 70%.

“Rata-rata (ruang ICU dan isolasi) seperti itu, ” katanya.

covid-19

Yuli mengakui tempat isolasi masih banyak, tapi tenaga kesehatan sebagai pendukungnya masih kurang. Sejauh ini sebagai langkah antisipasi terakhir lonjakan pasien Covid-19, pihaknya telah merekrut gaya relawan.

“Tapi peminat dari bangsa untuk bergabung di relawan tersebut tidak terlalu menggembirakan, sehingga lalu, yang dihasilkan dari rekrut itu tidak sebanyak dari yang diperlukan. Kemarin kurang lebih yang terpenuhi hanya sedikit sekali ya, 15% dari kebutuhan, ” kata Yuli.

Pemprov DIY saat ini membuat regulasi bagi warga yang masuk ke wilayahnya dari luar kota tetap menunjukkan tes cepat antigen secara hasil negatif.

“Itu dalam lembaga untuk menghambat transmisi sedemikian sifat, sehingga tidak perbanyak pemakaian ranjang kalau kaitannya dengan pelayanan di rumah sakit, ” kata Yuli.

covid-19

Tingkat keterisian pasien Covid-19 di RS rujukan mencapai 90%

Direktur Pencegahan dan Pengoperasian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatn, Siti Nadia Tarmizi mencatat saat ini tingkat hunian di RS rujukan sudah mencapai 90%. Angka ini berada dalam angka ideal menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 50%.

“Sekarang bed occupancy rate masih terlihat 90%, tapi artinya fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) masih bisa meningkatkannya dengan menukar beberapa tempat rawat inap itu menjadi tempat untuk pasien lebih banyak, ” katanya kepada BBC News Indonesia, Kamis (24/12).

Sejauh itu pemerintah pusat telah mendorong negeri daerah untuk menyiapkan fasilitas isolasi mandiri bagi pasien tanpa isyarat.

“Banyak yang sudah disiapkan lagi hotel atau kemudian tempat-tempat isolasi mandiri bukan untuk rumah melempem, ” kata Siti.

Menjelang Natal dan tahun baru, pemerintah mengimbau biar masyarakat menunda rencana liburan.

“Tetap masyarakat jangan lengah, dan sepantasnya nggak liburan di situasi seperti ini, karena kami pesankan bahwa kita harus berpikir kasihan dengan tenaga kesehatan sudah 10 bulan gaya kesehatan berperang dengan Covid-19, ” lanjut Siti.

Per 23 Desember, kasus aktif Covid-19 mencapai 106. 528. Kasus harian rata-rata dalam mulia pekan terakhir sebanyak 7. 000 kasus. Meningkatnya kasus aktif & harian ini menurut pemerintah berdampak terhadap tingkat keterisian RS rujukan yang semakin penuh.

covid-19

RS akan lebih saksama menyeleksi pasien

Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mencatat rata-rata level hunian ICU di RS mencapai 80%. Menurut Sekjen PERSI, Lia G. Partakusuma dengan hunian sebesar itu telah membuat tenaga kesehatan tubuh kesulitan dalam merawat pasien.

“Tapi kalau posisi 80% ke untuk itu stagnan sekali. Susah kalau kita mau memindahkan pasien bagaikan itu… Sekarang posisi IGD-IGD tersebut sudah mulai beberapa mengeluh sebab kita stagnan, ” kata Lia kepada BBC News Indonesia, Kamis (24/12).

Menurut PERSI, RS rujukan yang tingkat huniannya sudah melebihi 80% tersebar di lima provinsi dengan menjadi penyumbang kasus Covid-19 sempurna di Indonesia: Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah serta Sulawesi Selatan.

covid-19

Masa ini pihak RS, kata Lia, juga mengambil langkah pengetatan buat merawat pasien Covid-19.

“Jadi kita pilah sekarang, hanya pasien berat, pasien kritis, dan sedang saja yang bisa dirawat di RS, ” katanya.

PERSI mengusulkan agar negeri daerah membuka fasilitas isolasi khusus untuk pasien ringan. Pasien kecil ini dipisahkan dengan pasien yang tanpa gejala.

“Jadi kalau tersedia yang gejala ringan, kami anjurkan untuk di tiap provinsi, tersedia rumah sakit sifatnya antara. Maka bukan RS seperti yang komplit. Tapi ada fasilitas-fasilitas umum dengan diubah peruntukannya untuk menjadi wadah isolasi, tapi ada nakes yang bisa memantau ke sana, ” lanjut Lia.

Peringatan keras

Pakar epidemiologi memberi peringatan keras menyusul lonjakan kejadian Covid-19 dalam beberapa pekan belakang, dan menjelang libur panjang akhirusanah. Ditambah lagi, rata-rata tingkat ketersediaan tempat tidur di RS rujukan sudah lebih dari 80%.

Epidemiolog dari Univeristas Hasanuddin, Profesor Ridwan Amiruddin mengatakan tingginya okupansi rate hunian RS ini akan mengambil mundur angka kesembuhan pasien.

“Yang sebelumnya di angka (kesembuhan) 92%, sekarang turun di sekitar 87%, ” katanya kepada BBC News Indonesia, Kamis (24/12).

covid-19

Selain itu, cakap Prof Ridwan, waktu perawatan penderita hingga sembuh juga semakin periode.

“Itu juga konsekuensinya beban bagi petugas yang semakin membesar, sehingga itu menyebabkan kelelahan yang mulia di tingkat petugas sehingga dampaknya paparan terjadi pada petugas kita, ” tambah Prof Ridwan.

Ia pula memberikan peringatan keras terkait tingginya tingkat hunian RS rujukan itu. Sebab, risiko lonjakan bisa terjadi setelah liburan panjang Natal & tahun baru.

Warning yang keras bagi kita semua bahwa ada kluster pemilukada, yang beberapa pekan lalu segar kelihatan ini hasilnya (sekarang), dan diakumulasi oleh berbagai peristiwa pada tingkat lokal misalnya, pesta rakyat, pesta di berbagai pertemuan-pertemuan, serta ini menjadi pemicu peningkatan kejadian, ” kata Ridwan.

Untuk menyesatkan video ini, aktifkan JavaScript ataupun coba di mesin pencari asing

Taat pengamatannya, rata-rata 73% wilayah Indonesia telah memasuki zona oranye yang artinya daerah-daerah telah mengalami penularan lokal, dan berdekatan dengan zona merah.

“Wilayah Indonesia ini sudah menyelap kategori oranye atau sedang di tingkat penularannya menuju zona merah… bahwa ini harus ada extraordinary action yang harus diambil, ” tambahan Prof Ridwan.

Tindakan luar biasa yang dimaksud adalah penerapan PSBB mutlak seperti pada awal pandemi.

“Kalau pada bulan Juli kita pernah memberlakukan PSBB maka mungkin dalam waktu sekarang ini waktunya menjemput tindakan-tindakan yang lebih tegas, ” katanya.

covid-19

Adapun, kepolisian Indonesia merilis susunan tentang kepatuhan protokol kesehatan di dalam pelaksanaan libur Natal dan tarikh baru.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan penerbitan Informasi Kapolri tersebut bertujuan untuk memutuskan dan mencegah rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 saat libur panjang tutup tahun.

Dalam aturan yang tertuang dalam Maklumat Kapolri tersebut, kepolisian melarang pertemuan atau kegiatan yang mengundang kerumuman di tempat umum saat perayaan Natal.

Pesta dan perayaan malam pergantian tahun, semacam arak-arakan, pawai, karnaval dan kembang api juga dilarang.

Kepolisian menguatkan akan melakukan tindakan tegas bila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat tersebut.