Misteri kumbang yang tetap hidup meski diinjak dan dilindas mobil terungkap, dengan ‘baju besi’ untuk membekukan kekuatan

5 jam yang lalu Sumber gambar, David Kisailus Kumbang yang dijuluki serangga keji berbaju tukul (diabolical ironclad beetle) adalah lengah satu makhluk yang tangguh. Dilengkapi dengan pelindung tubuh yang benar kuat, serangga tersebut dapat bertahan meski terinjak atau bahkan terlindas mobil.

  • Helen Briggs
  • Koresponden lingkungan BBC

Diabolical ironclad beetle

Lebah yang dijuluki serangga keji berbaju besi (diabolical ironclad beetle) merupakan salah satu makhluk yang tangguh.

Dilengkapi dengan pelindung tubuh yang sangat kuat, serangga itu dapat bertahan meski terinjak ataupun bahkan terlindas mobil.

Sekarang para ilmuwan tengah menyelidiki rahasia kumbang tersebut dapat menahan kekuatan hingga 39. 000 kali berat tubuhnya.

Temuan ini bisa memberi petunjuk untuk mencari material bangunan yang lebih berpengaruh untuk digunakan dalam konstruksi & aeronautika.

Penelitian tersebut, yang diterbitkan di jurnal Nature, dapat mengarah di dalam produksi “bahan yang kuat serta tahan benturan”, kata tim dengan dipimpin oleh David Kisailus sejak University of California, Irvine.

Kumbang ceroboh berpakaian besi ( Phloeodes diabolicus ) ditemukan terutama di Amerika Serikat dan Meksiko, dan biasanya ditemukan di bawah kulit pohon atau di kolong bebatuan.

Kumbang itu memiliki salah satu kerangka luar terkuat dibanding semua serangga yang ada.

Kolektor serangga awalnya menyadari hal ini ketika mencoba memasang spesimen hewan itu ke papan dengan pin baja standar.

Namun, pin mereka malah bengkok dan patah, dan mereka harus menggunakan bor untuk makan selubung luar kumbang yang bersusah-susah.

Setelah kehilangan kemampuan untuk terbang menghindar dari bahaya, kumbang itu memajukan sayap depan yang tahan kepada benturan (dikenal sebagai elytra) , untuk menyelamatkan muncul dari patukan burung yang lapar.

Exoskeleton cross-section

Para peneliti menggunakan mikroskop, spektroskopi & pengujian mekanis, untuk mengidentifikasi serangkaian sambungan berbentuk seperti puzzle yang silih bertautan dalam cangkang, yang memungkinkan kumbang menahan kekuatan hingga 149 Newton (sekitar 39. 000 kala berat badan serangga itu).

Untuk menilai potensi struktur ini dan menyatukan material yang berbeda, seperti plastik dan logam, para ilmuwan mendirikan serangkaian sambungan dari logam dan komposit berdasarkan struktur yang terlihat pada kumbang.

Mereka mengatakan desain itu meningkatkan kekuatan dan keuletan material.

Bahan alami lainnya, seperti tulang, gigi, dan cangkang, telah lama menjadi inspirasi bagi para ilmuwan yang ingin mengembangkan materi segar.

Banyak yang memiliki kinerja mekanis dengan luar biasa, serta kekuatan, ketangguhan, dan kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri.