Lebanon: Yang diketahui sejauh ini perkara ledakan Beirut

6 Agustus 2020, 16: 28 WIB Para petugas SAR Lebanon masih berupaya menyisir reruntuhan buat mencari penyintas di sekitar letak ledakan yang menewaskan sedikitnya 135 orang dan mencederai lebih lantaran 5. 000 lainnya di Beirut.

Ledakan hebat di Beirut

Para aparat SAR Lebanon masih berupaya menelusuri reruntuhan untuk mencari penyintas di sekitar lokasi ledakan yang membunuh sedikitnya 135 orang dan melukai lebih dari 5. 000 yang lain di Beirut.

Berikut dengan kami ketahui sejauh ini

Apa dengan terjadi?

Beberapa laporan menyebutkan adanya ledakan di kawasan pelabuhan sekitar memukul 18. 00 waktu setempat (22. 00 WIB), diikuti dengan kebakaran dan sejumlah letupan kecil dengan menurut beberapa saksi mata merebak seperti bunyi petasan.

Video-video yang diunggah ke media sosial memperlihatkan kepulan asap putih dari sebuah gudang di sebelah tempat penyimpanan biji-bijian di pelabuhan sebelum terjadi ledakan dahsyat yang menimbulkan bola api dan gelombang kejut supersonik berbentuk jamur yang dirasakan seluruh warga kota.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba pada mesin pencari lain

Ledakan kedua itu meratakan gedung-gedung dekat pelabuhan & menyebabkan kerusakan parah di penjuru kota, dengan dua juta penduduk. Berbagai rumah sakit dengan segera kewalahan menangani pasien.

“Yang kami saksikan adalah malapetaka besar, ” logat Kepala Palang Merah Lebanon, George Kettani. “Ada banyak korban di mana-mana. ”

Gubernur Beirut, Marwan Abboud, mengatakan sebanyak 300. 000 orang menjadi tunawisma untuk sementara serta jumlah kerugian kolektif diprediksi menyentuh Rp145 triliun sampai Rp218 triliun.

Ledakan hebat di Beirut

Transparent line

Seberapa besar ledakannya?

Para pakar belum bisa menentukan ukuran gelombang kejut yang melanda Beirut. Namun, sebagai gambaran, gelombang tersebut meluluhlantakkan kaca-kaca terminal penumpang Bandara Internasional Beirut yang berjarak 9 km lantaran pelabuhan.

Ledakan juga terdengar sampai ke Siprus, yang terpisahkan Laut Mediterania sejauh 200 km. Bahkan, para-para pakar seismologi dari Lembaga Inspeksi Geologi Amerika Serikat mengatakan ledakan itu setara dengan gempa bermagnitudo 3, 3.

Berikut sebelum dan sesudah

Apa penyebabnya?

Presiden Lebanon, Michel Aoun, mengelirukan keberadaan 2. 870 ton amonium nitrat yang disimpan secara tidak aman di sebuah gudang pada pelabuhan.

MV Rhosus diinspeksi, dilarang meninggal kembali, dan sesaat setelah itu ditinggal pemiliknya, menurut situs industri pelayaran Shiparrested. com. Muatan kapal tersebut kemudian dipindah ke gudang pelabuhan atas alasan keselamatan.

line

Artikel lain mengenai ledakan di Beirut

line

Amonium Nitrat berwujud bubuk putih bagaikan kristal yang biasanya digunakan buat pupuk pertanian. Namun, zat itu juga bisa dicampur bahan bakar minyak untuk menciptakan bahan peledak yang digunakan di sektor pertambangan dan konstruksi. Kelompok milisi biar pernah membuat bom menggunakan maujud tersebut.

lebanon

Para pakar mengatakan amonium nitrat relatif tenang jika disimpan dengan baik & layak. Akan tetapi, jika membungkang dalam jumlah besar dan jangka waktu yang lama, bahan kimia itu mulai membusuk.

“Masalah sebenarnya adalah seiring waktu zat itu mau menyerap sedikit uap air dan akhirnya berubah menjadi batu yang sangat besar, ” jelas Andrea Sella, profesor kimia di University College London kepada BBC.

Kondisi itu membuat bahan-bahan kimia itu lebih berbahaya karena jika api mencapainya, pandangan kimianya akan jauh lebih spektakuler.

Bala industri paling mematikan dalam memori AS terjadi pada 1947 pada Galveston Bay, Texas. Setidaknya 581 orang tewas ketika lebih dibanding 2. 000 ton amonium nitrat meledak di atas kapal dengan berlabuh di pelabuhan.

Siapa yang dipersalahkan?

Kepala Aoun berjanji menggelar penyelidikan atas insiden ledakan di Beirut secara transparan.

“Dengan tekad bulat kami bakal menggelar investigasi dan mengungkap peristiwa seputar yang terjadi secepat kira-kira serta menangkap siapapun yang bertanggung jawab dan siapapun yang alpa dan menjatuhkan mereka dengan azab paling berat, ” kata Aoun pada Rabu (07/08) setelah berkunjung ke pelabuhan yang porak-poranda.

Images showing Beirut's port before and after explosion on 4 August 2020

Transparent line

Perdana Menteri Hassan Diab menyebut status yang berujung pada peristiwa ledakan “tidak dapat diterima”.

Manajer Umum Pangkalan, Hassan Koraytem, danm Direktur Jenderal Bea dan Cukai Lebanon, Badri Daher, mengaku telah memberi keterangan mengenai bahaya penyimpanan amonium nitrat dan sudah meminta bahan kimia itu dipindahkan, namun berulang kala diabaikan.

“Kami memintanya diekspor kembali, tetapi itu tidak terjadi. Kami menyerahkannya kepada para pakar dan semua yang berkepentingan untuk menentukan kok itu terjadi, ” kata Daher kepada media penyiaran LBCI.

beirut

Negeri Lebanon telah memerintahkan agar para-para pejabat di pelabuhan yang bekerja mengawasi penyimpanan amonium nitrat ditahan di rumah masing-masing sampai pengkajian tuntas.