Kekasih Rizieq divonis denda Rp20 juta: Pengaruhnya ‘makin melemah’ atau menunggu ‘peran’ zaman Pilpres 2024?

Diperbarui sejam yang lalu Sumber gambar, Anton Raharjo/Getty Majelis Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (27/05), menjatuhkan pidana denda sebesar Rp20 juta kepada Rizieq Shihab, sebab terbukti bersalah tidak mematuhi aturan karantina kesehatan pada kasus kerumunan massa pada Megamendung, Jawa Barat.

habib-rizieq-divonis-denda-rp20-juta-pengaruhnya-makin-melemah-atau-menunggu-peran-saat-pilpres-2024-30

Sumber gambar, Anton Raharjo/Getty

Majelis Hakim Meja hijau Negeri Jakarta Timur, Kamis (27/05), menjatuhkan pidana kompensasi sebesar Rp20 juta pada Rizieq Shihab, karena terbukti bersalah tidak mematuhi metode karantina kesehatan dalam urusan kerumunan massa di Megamendung, Jawa Barat.

Vonis ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang menuntutnya 10 bulan pidana tangsi dan denda Rp 50. 000. 000 juta subsider tiga bulan kurungan.

Adapun perkara kerumunan massa pada kawasan Petamburan, Jakarta Induk, akan dibacakan sekitar jam 16. 00 WIB, Kamis, di lokasi sidang yang serupa. Dalam perkara kedua itu, Rizieq dituntut dua tahun pidana penjara.

Pada amar putusan dalam kasus kerumunan di Megamendung, majelis ketua menyatakan Rizieq terbukti bersalah lantaran tidak mematuhi kaidah karantina kesehatan, sehingga dijatuhi pidana denda sebesar Rp20 juta.

“Apabila denda tidak dibayar, maka akan diganti pidana pasung selama lima bulan, ” kata salah-seorang majelis ketua.

Atas vonis kasus kerumunan di Megamendung, Rizieq & kuasa hukumnya menyatakan “pikir-pikir”. Tanggapan serupa juga dilontarkan jaksa penuntut umum.

Di dalam berbagai kesempatan, Rizieq berkukuh dirinya tidak pernah membawa massa untuk menghadiri kesibukan di Megamendung dan Petamburan.

Apa dampak putusan ini bagi masa depan ‘politik’ Rizieq Shihab?

Pengamat politik dari Netfid (Network for Indonesia Democratic Society), Dahliah Umar, menganggap, arahan FPI itu masih punya pengaruh politik, terutama menyatu kepentingan politik identitas, menjelang tahun Pemilu 2024.

Namun Dahliah melihat tumbuh kecilnya pengaruh Rizieq selalu tergantung pada isu yang bisa mengerahkan massa pada jumlah banyak, mengingat FPI berbasis kekuatan massa.

“Selama tidak ada pengumpulan massa dan tidak tersedia isu yang kemudian bisa untuk menggerakkan massa, patuh saya akan semakin makin kecil pengaruhnya. ”

Tengah Rizieq Shihab, menurut pengacaranya, berkukuh tetap akan berpolitik dan bersikap oposisi terhadap pemerintah.

“Sikap kebijakan itu dilindungi undang-undang, siap tidak ada yang berhak menghalangi. Sikap politik tempat akan dicarikan momentum dengan tepat, ketika dia telah di luar (penjara), ” ujar Sugito Atmo Prawiro, pengacara Rizieq.

Sumber tulisan, DANY KRISNADHI/AFP

Sedangkan politisi Partai Golkar, Dave Laksono mengatakan, walaupun sulit menghilangkan isu politik identitas, namun menurutnya pengaruh Rizieq Shihab sudah melemah sejak besar kubu yang berseteru dalam Pemilu 2019 telah bercampur dalam koalisi pemerintah.

“Karena waktu pilpres dengan lalu, calonnya [kubu Rizieq Shihab] Pak Prabowo. [Dan] Pak Prabowo sekarang sudah gabung ke pemerintah, ” kata Dave kepada BBC News Indonesia, Rabu (26/05).

Pada November lalu, Rizieq ditetapkan jadi tersangka kasus kerumunan pengikut yang melanggar protokol kesehatan Covid-19, setelah dia kembali dari Arab Saudi.

Sederet k asus hukum dan perjalanan Rizieq Shihab

Rizieq dilaporkan sangkaan pelanggaran UU ITE sebab memelesetkan salam orang Sunda “Sampurasun” menjadi “Campur Racun”.

Rizieq sudah dilaporkan putri mendiang Pemimpin Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri, dengan tuduhan pencemaran nama jalan Soekarno dalam ceramah di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, 2011 silam. Ia diduga melanggar Pasal 320 KUHP. Penyidikan kasus dihentikan pada Februari 2018.

Pendiri FPI ini selalu pernah terseret dugaan penodaan agama dalam ceramah pada Pondok Kelapa, Jakarta Timur, yang menyebutkan, “Kalau Tuhan beranak, terus bidannya sapa? ”

Rizieq dilaporkan dugaan mengenai UU ITE atas ceramahnya yang menyebut logo palu arit dalam uang kertas baru.

Sukmawati melaporkan Rizieq secara dugaan penodaan Pancasila sehingga melanggar KUHP dan UU tentang Bendera, Bahasa, & Lambang Negara. Namun peristiwa ini dihentikan Kejaksaan Mulia Jawa Barat pada Februari 2018.

Rizieq dilaporkan dugaan penyebaran konten pornografi dan diskusi seks yang melibatkan Firza Husein. Meski sempat dihentikan pada 2018, kasus pidana ini kembali diselidiki setelah hakim pada Desember 2020 memerintahkan kepolisian untuk melanjutkan proses hukum.

Rizieq melarikan diri ke Arab Saudi setelah ditetapkan jadi buron kasus pesan wacana mesum.

Rizieq kembali ke Indonesia dan disambut oleh pengikutnya.

Rizieq terseret kasus dugaan pidana gerombolan peresmian masjid di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rizieq terlibat kasus tes usap PCR di RS Ummi dengan dianggap tidak kooperatif & transparan soal pelaksanaan tes.

Rizieq menjadi tersangka kasus dugaan pidana pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan di Petamburan saat menggelar pernikahan anaknya serta perayaan kelahiran Nabi Muhammad.

Rizieq berkedudukan sebagai tersangka terkait kerumunan yang terjadi di Mega Mendung, Jawa Barat.

Organisasi Depan Pembela Islam (FPI) yang didirikannya sejak 1998 dibubarkan pemerintah dengan sejumlah dalih, antara lain anggaran dasar FPI bertentangan dengan UU Organisasi Masyarakat dan setidaknya 35 orang anggota FPI diduga terlibat tindak pidana terorisme.

Rizieq menjalani sidang kasus kelompok di Petamburan, Jakarta Barat, dan Mega Mendung, Jawa Barat. Rencananya, vonis dibacakan pada 27 Mei 2021.

Sumber gambar, Adriana Adie/Getty

Dan simpulan April lalu, polisi menangkap salah-seorang pimpinan FPI Munarman karena diduga menggerakkan karakter lain serta mufakat jahat untuk melakukan tindak kejahatan terorisme.

Dalam bermacam-macam kesempatan, Rizieq Shihab atau pimpinan FPI lainnya menuduh apa yang dialami pihaknya sebagai kriminalisasi dan objek kezaliman penguasa.

Dakwaan seperti ini sudah berulangkali dibantah oleh aparat kepolisian dan pejabat keamanan negeri.

Baca juga:

‘Masih punya pengaruh untuk politik identitas’

Pengamat politik dari Netfid (Network for Indonesia Democratic Society), Dahliah Umar, menyatakan walaupun FPI sudah dibubarkan dan Rizieq Shihab menghadapi jalan hukum di pengadilan, pengaruhnya belum habis mengingat masih punya banyak loyalis & itu bisa digunakan buat kepentingan-kepentingan politik terkait politik identitas jelang Pemilu 2024.

Namun itu semua tergantung pada pola gerakannya, jadi tidak akan istimewa selama tidak ada penghimpunan massa atau tidak tersedia isu yang menggerakkan pengikut.

“Kalau kita lihat figur-figur yang kemudian dipenjara sebenarnya masih bisa mengantarkan pesan-pesan melalui media sosial yang diadministrasikan oleh loyalisnya.

Sumber gambar, ANTARA MEMOTRET

“Dia bisa bermain di media sosial, tetapi karena FPI ini gaya massa, selama tidak tersedia pengumpulan massa dan tak ada isu yang lalu mampu untuk menggerakkan massa, menurut saya akan semakin mengecil pengaruhnya.

“Apalagi sekarang perpolitikan yang zaman terpolarisasi sudah menyatu di koalisi pemerintahan, ” sebutan Dahliah kepada BBC News Indonesia, Rabu (26/05).

Namun, lanjut dia, walaupun dalam koalisi pemerintahan untuk mengurangi polarisasi itu diusahakan sebab elit politik, tidak kemudian membuat akar rumput itu menyatu juga. Ini yang membuat Rizieq Shihab masih punya pengaruh.

“Jadi politik identitas itu siap di elit, tapi tak selesai di bawah. Itulah kenapa kemudian Habib Rizieq ini walaupun nanti tempat divonis atau dipenjara, lestari pengikut setianya ada & mereka akan semakin suram untuk dikontrol karena FPI-nya bubar.

“Jadi ada organisasi yang massanya gembung, dibubarkan, tapi secara ajaran kan mereka tidak jatuh. ”

Sumber gambar, Reuters

Maka, lanjut Dahliah, faktual dibubarkannya FPI tidak kemudian membuat kekuatan massa itu langsung hilang.

“Dia hanya senyap sesaat, tapi kalau nanti sudah memperoleh pemimpin baru, misalkan Habib Rizieq nanti dipenjara, lalu Habib Rizieq kemudian menetapkan si A untuk meneruskan dan posisinya itu dalam luar penjara dan mampu menggalang kekuatan, massa terkumpul lagi dengan berganti nama. Jadi mereka cukup berganti nama aja.

Jadi memang tidak selesai dengan memproduksi atau menjerat pemimpinnya di dalam kasus-kasus pidana tertentu, lalu kita berharap organisasinya beristirahat. Itu hal yang betul sulit untuk dituju. ”

Menurut Dahliah, setelah FPI dibubarkan, negara juga harus memikirkan apa yang mau dilakukan terhadap para hamba Rizieq Shihab.

Sumber gambar, BBC Indonesia

“Di FPI bisa saja selain ada unsur-unsur yang lebih miring mendukung kelompok-kelompok ekstremis, namun ada anggota yang tergolong biasa-biasa saja, yaitu orang-orang Islam yang suka mengaji kemudian gabung ke FPI.

Jadi, menurut aku negara harus mengikuti langsung bagaimana, apa saja dengan dilakukan oleh pendukung Buah hati Rizieq di FPI itu, dan kemudian tidak boleh melabeli bahwa semua hamba Habib Rizieq itu berpotensi sebagai ancaman negara. ”

Maka, dengan adanya eksponen-eksponen eks FPI yang membentu organisasi baru, Dahliah mengusulkan agar tidak dilarang, apalagi kalau mereka kemudian dilihat sebagai kelompok yang bertambah mengarah ke kemaslahatan.

Organisasi baru lemahkan Rizieq Shihab?

Di sisi lain, setelah dibubarkannya FPI, muncul dua organisasi baru yang dibentuk eksponennya, yaitu Depan Persaudaraan Islam yang dideklarasikan oleh Aziz Yanuar & Ada Front Persatuan Islam yang dideklarasikan Ahmad Sobri Lubis.

Sumber tulisan, ANTON RAHARJO/GETTY

Menurut Dahliah dengan adanya organisasi dengan kemudian mengklaim sebagai substitusi FPI, bisa saja kemudian pengaruh Rizieq Shihab tersebut jadi melemah.

“Artinya sebenarnya dibubarkan FPI tersebut dengan adanya organisasi anyar, usaha untuk menggugat pembubarannya menjadi ‘tidak dianggap sungguh-sungguh penting’ karena toh sudah ada organisasi baru yang akan melanjutkan misi-misi FPI.

“Organisasi baru ini ada pemimpinnya juga, jadi sudah semakin terfragmentasi eksponen-eksponen FPI yang kemudian membuat pola sendiri-sendiri yang diklaim meneruskan FPI.

“Itu salah mulia indikator mengapa kemudian mampu saja Rizieq Shihab menjelma semakin melemah karena tempat tidak lagi punya pola yang dia pimpin, kemudian ada eksponen FPI dengan membuat organisasi sendiri-sendiri yang itu bisa saja menjadi kekuatan politik yang digunakan oleh siapapun untuk relevansi politik nasional 2024, ” ujarnya.

‘Rizieq Shihab bukan ancaman besar’

Dave Laksono, politikus Partai Golkar yang juga anggota Premi I DPR mengatakan, dirinya tidak melihat kehadiran sosok Rizieq Shihab dan pendukungnya sebagai ancaman, lantaran denah perpolitikan nasional sudah berubah belakangan.

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Walaupun sentimen ‘anti-Jokowi’ masih disuarakan Rizieq Shibab dan pendukungnya, Dave menganggap sentimen seperti itu bahkan melemah.

“Karena waktu pilpres yang lalu, calonnya [kubu Rizieq Shihab] Pak Prabowo. [Dan] Bungkus Prabowo sekarang sudah gabung ke pemerintah, ” introduksi Dave kepada BBC News Indonesia, Rabu (26/05).

Dengan demikian, Dave tidak melihat kehadiran Rizieq yang membicarakan dirinya sebagai oposisi sebagai “ancaman yang besar”.

“Saya tidak melihatnya sebagai kerawanan yang besar, ” ujarnya.

Jika saat ini dirasakan sentimen anti pemerintahan Jokowi itu masih terlihat, hal itu lantaran kejadiannya “masih baru”.

Sumber gambar, MUHAMMAD IQBAL/ANTARA FOTO

“Ini kejadiannya baru beberapa tahun yang lalu, dan sekarang ‘kan Presidennya masih Jokowi, akan tetapi saya melihat sentimennya makin melemah, ” jelasnya.

Namun demikian Dave meminta pemerintahan Jokowi agar tidak melakukan pendekatan “kekerasan atau hantam langsung” terhadap orang-orang yang selama ini dianggap sebagai pendukung Rizieq.

Dalam sisi lain, Dave Laksono mengatakan, penggunaan politik jati keagamaan dalam perpolitikan, tak cocok bagi proses demokrasi yang sehat.

“Kita mengambil calon bukan berdasarkan kecakapan atau kecakapan seseorang, tapi dilihat dari identitas [suku atau agama]… ini memberangus demokrasi itu sendiri, ” kata Dave kepada BBC News Indonesia, Rabu (26/05).

Sumber gambar, ED WRAY/GETTY IMAGES

Dalam praktiknya, Dave tidak memungkiri politik individualitas masih berlangsung di asosiasi, yang antara lain ditunjukkan sentimen berdasarkan isu agama.

Dia mencontohkan hal itu terlihat nyata dalam Pilpres 2019 dan di pilkada di Jakarta.

“Pasti [politik identitas] akan tetap ada semangat itu, & selalu digunakan lawan politik untuk mengurangi suara kita, ” kata Dave.

Adjuster: ‘Rizieq Shihab berpotensi menjadi vote-getter di Pilpres 2024’

Salah-seorang pengacara Rizieq Sihab, Sugito Atmo Prawiro mengatakan kliennya berkukuh pasti akan berpolitik dan bersuara oposisi terhadap pemerintah.

“Sikap politik itu dilindungi Undang-undang, jadi tidak ada yang berhak menghalangi. Aksi politik dia akan dicarikan momentum yang tepat, kala dia sudah di asing (penjara), ” ujar Sugito Atmo Prawiro, pengacara Shihab kepada BBC News Indonesia, Rabu (26/05).

Namun diakuinya, saat ini gerak-gerik kliennya dibatasi, dikontrol, dan diatur, sehingga kesulitan untuk menyuarakan sikap politiknya. “Kecuali kalau nanti dia sudah luput, ” ujarnya.

Menurutnya, Rizieq merupakan pendukung “tokoh tertentu” terkait Pemilu Presiden 2024. Kenyataan ini pula dengan disebutnya membuat kliennya diperkarakan secara hukum, belakangan.

“[Rizieq Sihab] dianggap berpotensi untuk menjadi vo t e getter bagi pemilih pemula ataupun umat Islam, juga bisa mengkhawatirkan, ” katanya.

Sumber gambar, Sigit Prasetya/Getty

Alasan lainnya, banyak telaahan pelanggaran protokol kesehatan dengan terjadi di masyarakat, akan tetapi menurutnya “hanya Rizieq Shihab yang disidangkan”.

“Ini telah menjadi gambaran jelas (lebih merupakan perkara politik), ” ujarnya.

Sugito mengaku apa yang dialami kliennya zaman ini menyebabkan kekuatannya sebagai oposisi menjadi “dibungkam”.

“Dan akhirnya pendukungnya berpose dalam diam. Bukan berguna tidak bersikap. Kalau belakang ada pilpres, atau kegiatan politik, ketika ada paksa tertentu, pasti akan berpose, ” jelas Sugito.

“Sekarang diam dalam ketakutan, karena kekuatan sekarang sangat represif terhadap yang berbeda aksioma, ” tambahnya.