Jamal Khashoggi: Hukuman mati bagi lima pelaku pembunuhan wartawan senior Arab Saudi dibatalkan

2 jam yang lalu Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain Pengadilan Arab Saudi membatalkan hukuman pasif yang dijatuhkan kepada lima benduan pembunuhan wartawan senior Jamal Khashoggi, Senin (07/09) waktu setempat. Vonis vonis mati itu sebelumnya dijatuhkan pada 2018.

Jamal Khashoggi: Hukuman mati bagi lima pelaku pembunuhan wartawan senior Arab Saudi dibatalkan

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di pesawat pencari lain

Pengadilan Arab Saudi membatalkan hukuman mati yang dijatuhkan kepada lima terpidana pembunuhan kuli senior Jamal Khashoggi, Senin (07/09) waktu setempat. Putusan vonis tewas itu sebelumnya dijatuhkan pada 2018.

Merujuk laporan media milik pemerintah Arab Saudi, hukuman lima benduan itu direvisi menjadi pidana penjara selama 20 tahun. Putusan ini diklaim diambil setelah keluarga Khashoggi secara terbuka memaafkan para pelaku.

Namun, tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, menilai revisi hukuman itu merupakan penghinaan terhadap keadilan.

Khashoggi, seorang penilai pemerintah Saudi terkemuka, dibunuh pada konsulat kerajaan tersebut di praja Istanbul, Turki, oleh tim pemasok telik sandi Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi mengatakan jurnalis itu mati dalam ‘operasi nakal’. Pada tahun 2019, jaksa penuntut Saudi mempertimbangkan 11 orang yang tidak disebutkan namanya.

Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa, Agnes Callamard, kala itu menyebut keputusan pengadilan Arab Saudi sebagai ‘antitesis keadilan’ yang tidak memiliki legitimasi hukum maupun moral.

Callamard menganggap Khashoggi adalah korban dari eksekusi yang disengaja dan direncanakan. Arab Saudi, menurut dia, bertanggung jawab atas kasus tersebut.

Callamard mengklaim menyelami bukti yang dapat dipercaya bahwa beberapa pejabat tingkat tinggi Arab Saudi, termasuk putra mahkota Mohammed bin Salman, perlu bertanggung pikiran.

Mohammed bin Salman membantah terlibat di pembunuhan itu, meskipun dua bekas ajudannya diadili secara in absentia dalam Turki. Keduanya didakwa merencanakan pembunuhan berencana terhadap Khashoggi.

Adapun, ada delapan belas orang berkewarganegaraan Arab Saudi lainnya yang dituduh Turki terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Bagaimana Jamal Khashoggi tewas ?

Wartawan berusia 59 tahun itu sejak 2017 mengasingkan diri di Amerika Serikat. Sebelum kematiannya, ia terakhir tampak memasuki konsulat Saudi pada 2 Oktober 2018.

Khashoggi diyakini muncul untuk mengurus surat-surat yang tempat butuhkan untuk menikahi tunangannya, seorang warga Turki bernama Hatice Cengiz.

Callamard, setelah mendengarkan rekaman audio diskusi di dalam konsulat yang dibuat sebab intelijen Turki, menyimpulkan bahwa Khashoggi ‘dibunuh secara brutal’ hari itu.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di instrumen pencari lain

Penuntut umum Saudi menyebut pembunuhan itu tidak direncanakan.

Itu berkata, pembunuhan itu diperintahkan besar ‘tim negosiasi’ yang pemerintah Saudi ke Istanbul untuk membawa Khashoggi pulang ke negaranya.

Menurut penutut umum, upaya pemulangan Khashoggi itu direncanakan secara persuasi. Namun jika bubar, kata mereka, perlu diambil jalan paksa.

Di konsulat Arab Saudi, Khashoggi ditahan secara paksa setelah pertengkaran antara dia dan agen pemerintah pecah.

Sejumlah obat-obatan lalu disuntikkan ke tubuh Khashoggi. Menurut penuntut umum, itulah yang memicu overdosis dan menyebabkan kematian Khashoggi.

Awak Khashoggi kemudian dipotong-potong dan diserahkan ke ‘kolaborator’ lokal di asing konsulat. Jasadnya tidak pernah ditemukan.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di instrumen pencari lain

Jaksa Turki menyimpulkan bahwa Khashoggi mati lemas tidak periode setelah dia memasuki konsulat, & jasadnya dihancurkan.

Pada Desember 2019, Mahkamah Kriminal Provinsi Riyadh menjatuhkan hukuman mati kepada lima orang yang dianggap terlibat langsung dalam pembunuhan Khashoggi.

Tiga orang lainnya dijatuhi hukuman penjara yang secara tertimbun mencapai 24 tahun atas kesibukan ‘menutupi kejahatan tersebut dan menentang hukum’.

Tiga orang dinyatakan tidak bersalah, termasuk mantan wakil kepala intelijen Arab Saudi, Ahmad Asiri.

Saud al-Qahtani, mantan penasihat senior putra mahkota Mohammed bin Salman juga diselidiki oleh penuntut umum Saudi. Tetapi akhirnya dia tidak dituntut.

Mengapa hukumannya diubah?

Mei lalu, putra Khashoggi, Lengah, menyatakan bahwa dia dan saudara-saudaranya mengampuni orang-orang yang membunuh ayah mereka. “Demi mencari pahala dibanding Tuhan Yang Maha Kuasa”, sebutan dia.

Salah menerima anggapan kalau pembunuhan itu tidak direncanakan sebelumnya.

Hal itu menelungkupkan jalan di bawah sistem dasar Arab Saudi untuk menangguhkan hukuman bagi lima pelaku yang bertemu hukuman mati.

Senin kemarin, penggugat umum Saudi mengumumkan bahwa Mahkamah Kriminal Riyadh menjatuhkan hukuman gres berupa pemenjaraan selama 20 tarikh kepada lima pelaku tersebut.

Tiga pelaku lainnya juga mendapat perbaikan hukuman, menjadi antara tujuh mematok 10 tahun penjara.

Pengadilan mengatakan bahwa putusan sudah final dan sesi pidana ditutup.

Cengiz kemudian mengeluarkan maklumat, “Putusan yang dijatuhkan hari itu di Arab Saudi sekali sedang merupakan penghinaan terhadap keadilan. ”

“Pihak berwenang Saudi menutup kasus tersebut tanpa dunia mengetahui kebenaran siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan Jamal.

“Siapa yang merencanakannya, sapa yang memerintahkannya, di mana jasadnya? Ini adalah pertanyaan paling bersandar dan penting yang sama sekadar belum terjawab, ” ujar Cengiz.

Sementara itu, Callamard menyambut baik fakta bahwa balasan mati telah dibatalkan. Meski begitu, ia menilai putusan tersebut tidak semestinya menutupi apa yang memang terjadi.

“Jaksa mengambil satu kegiatan lagi dalam parodi keadilan itu. Tapi putusan ini tidak memiliki legitimasi hukum atau moral. Keputusan tersebut datang pada akhir cara yang tidak adil atau transparan, ” ujar Callamard dalam cuitan di akun Twitter miliknya.

Callamard menunjuk putra mahkota Mohammed bin Salman tetap terlindungi dengan baik dibanding segala jenis tuduhan.

Callamard, buat kesekian kalinya, meminta dinas intelijen Amerika Serikat untuk merilis penyelidikan yang menyebut bahwa Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan itu.