Israel bentrokan brutal lagi secara Palestina di Masjid Al-Aqsa, mengapa kali ini jalan Sheikh Jarrah?

32 menit yang lalu Untuk memutar video itu, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari asing Bentrokan berdarah terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem pada Jumat malam zaman setempat (07/05) setelah petugas Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut ke arah para warga Palestina yang bersenjatakan batu.

israel-bentrokan-brutal-lagi-dengan-palestina-di-masjid-al-aqsa-mengapa-kali-ini-menyasar-sheikh-jarrah-5

Untuk memutar video itu, aktifkan JavaScript atau jika di mesin pencari lain

Bentrokan berbakat terjadi di kompleks Langgar Al-Aqsa Yerusalem pada Jumat malam waktu setempat (07/05) setelah polisi Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut ke arah para-para warga Palestina yang bersenjatakan batu.

Insiden ini terkait dengan risiko pengusiran atas warga Palestina dari wilayah mereka dengan diklaim oleh para pemukim Yahudi.

Sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 aparat keamanan Israel luka-luka akibat bentrokan, ungkap dewan berita Reuters merujuk informasi dari kedua pihak.

Ketegangan kembali muncul di Yerusalem dan wilayah pendudukan Tepi Barat selama kamar suci Ramadan setelah beberapa kali bentrokan terjadi dalam malam hari di Sheikh Jarrah – wilayah pada mana banyak keluarga Palestina menghadapi pengusiran setelah sekian lama bersengketa secara norma.

Seruan untuk menahan diri bagi kedua pihak telah dilontarkan Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa, sementara Uni Eropa dan Yordania menyatakan kesedihan atas situasi yang menegang terkait ancaman pengusiran tempat warga Palestina.

Kok konflik bisa pecah lagi?

Puluhan ribu warga Palestina berdatangan ke Masjid Al-Aqsa, yang merupakan salah kepala tempat suci bagi pengikut Muslim, kemarin untuk salat Jumat. Ini merupakan Jumat terakhir di bulan suci Ramadan tahun ini.

Setelah salat, banyak yang memilih tidak langsung kembali untuk ikut aksi penolakan menentang pengusiran warga Palestina di wilayah yang diklaim pemukim Yahudi.

Sesudah berbuka puasa, pecah percekcokan di Al-Aqsa dan dalam dekat Sheikh Jarrah, dengan terletak tak jauh daripada Gerbang Damaskus yang masyhur di kawasan Kota Tua Yerusalem.

Polisi Israel menggunakan meriam air dari kendaraan lapis baja buat membubarkan ratusan pemrotes yang berkumpul di dekat rumah-rumah keluarga yang terancam dikeluarkan.

Sumber gambar, Reuters

Para pemrotes juga datang dari kawasan lain. “Bila tidak mendukung kelompok awak di sini, [pengusiran] akan terjadi di sendi saya, rumah dia, rumah mereka, dan semua masyarakat Palestina yang tinggal di sini, ” kata seorang pemrotes bernama Bashar Mahmoud, pemuda 23 tahun yang tinggal di kawasan Issawiya di wilayah Palestina.

Pengurus masjid Al-Aqsa berupaya menenangkan situasi lewat pengeras suara. “POlisi harus mundur tembakkan granat kejut ke jemaah, anak-anak muda kudu tenang dan diam! ”

Namun, bentrokan berdarah tak terelakkan. Jasa ambulans Bulan Sabit Merah Palestina mengungkapkan 108 dari warga Palestina yang luka-luka dilarikan ke rumah sakit, banyak dibanding mereka yang kena tembak peluru logam berlapis karet.

Seorang yang terluka harus kehilangan salah mulia matanya, dan dua yang lain luka parah di kepala. Dua lagi patah tulang rahang. Sedangkan sebagian mulia korban cedera rata-rata luka ringan, ungkap pernyataan Kamar Sabit Merah Palestina.

Seorang juru bicara polisi Israel menyatakan bahwa para-para pemrotes melemparkan bebatuan, mercon dan benda-benda lain ke arah para petugas, kira-kira setengah dari 17 dengan luka-luka harus dirawat pada rumah sakit.

“Kami akan memberi tindakan tegas atas setiap kekerasan, keributan, atau penyerangan atas petugas kami dan akan mencari siapa yang bertanggungjawab beserta membawanya ke muka hukum, ” kata juru kata itu.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengatakan bahwa Israel harus bertanggungjawab arah situasi yang membahayakan itu dan atas serangan yang terjadi di kota kudus tersebut. Dia pun menyerukan Dewan Keamanan PBB cepat menggelar rapat khusus menyikapi kekerasan itu.

Sumber gambar, Reuters

Kekerasan yang meningkat di wilayah pendudukan Tepi Barat, saat besar warga bersenjata Palestina mati dan seorang lagi luka parah pada Jumat kemarin setelah mereka menembaki dasar militer Israel. Setelah kejadian itu, militer Israel membuktikan akan menambah pasukan menyerbu ke Tepi Barat.

Mengapa Sheikh Jarrah siap konflik?

Sebagian besar masyarakat Sheikh Jarrah adalah orang Palestina. Namun, bagi Israel, wilayah itu merupakan tempat suatu tempat suci sebab terdapat makam seorang imam agung Yahudi.

Warga Palestina khawatir mereka mau diusir dari lingkungan itu, apalagi saat Mahkamah Mulia Israel akan menggelar konvensi soal sengketa hukum daerah tersebut pada Senin minggu depan.

Juru bicara Komisi PBB urusan Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa pengusiran, bila diputuskan & dilaksanakan, akan melanggar kegiatan Israel di muka adat internasional atas wilayah Yerusalem Timur yang direbut dan didudukinya, bersama dengan Susur Barat, dari Yordania dalam 1967.

“Kami menyerukan Israel untuk cepat menghentikan semua pengusiran menekan, termasuk mereka yang letak di Sheikh Jarrah, serta menghentikan setiap kegiatan dengan akan menimbulkan suasana yang koersif dan mengarah pada alih kepemilikan paksa, ” kata juru bicara Persen HAM PBB, Rupert Colville pada Jumat.

Sementara itu, Kementerian Luar Jati Israel menyatakan bahwa Palestina sedang “menghadirkan perselisihan real-estat antarpihak-pihak swasta untuk keinginan nasionalis, dalam rangka menghasut kekerasan di Yerusalem. ” Palestina membantah klaim itu.

Israel menduduki Yerusalem Timur sejak Perang Timur Tengah 1967 dan mengeklaim seluruh Yerusalem sebagai pokok kotanya,, walau itu tidak diakui sebagian besar masyarakat internasional. Sedangkan Palestina menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya masa depan sebagai negara yang independen.