Iran diperintahkan pengadilan untuk bayar Rp21 triliun kepada keluarga warga GANDAR yang hilang di Pulau Kish

46 menit yang lalu Sumber tulisan, Reuters Seorang hakim Amerika Konsorsium (AS) memerintahkan Iran untuk menunaikan US$1, 45 miliar atau lebih dari Rp21 triliun kepada tim mantan agen FBI, Robert Levinson, yang hilang ketika berkunjung ke Iran pada tahun 2007.

Iran diperintahkan pengadilan untuk bayar Rp21 triliun kepada keluarga warga GANDAR yang hilang di Pulau Kish

Seorang hakim Amerika Serikat (AS) memerintahkan Iran untuk membayar US$1, 45 miliar atau lebih dari Rp21 triliun kepada keluarga mantan pemasok FBI, Robert Levinson, yang gaib ketika berkunjung ke Iran dalam tahun 2007.

Hakim Pengadilan Negeri AS di Washington, Timothy Kelly, menetapkan dari jumlah itu, US$1, 35 miliar diperuntukkan bagi hidup dan anak-anak Levinson sebagai ganti rugi, sedangkan US$107 juta sebagai kompensasi atas penculikan.

Hingga kini pemerintah Iran belum memberikan tanggapan tempat perintah pengadilan itu, dan semasa ini Iran selalu membantah mendapati status atau lokasi Robert Levinson.

Pihak berwenang AS dan keluarga Levinson meyakini ia telah meninggal negeri dalam tahanan Iran.

Keluarga memandang kesimpulan hakim sebagai “langkah pertama memperoleh keadilan”.

“Sampai sekarang, Iran belum menikmati akibat dari tindakannya, ” kata pihak keluarga dalam pernyataan setelah keputusan hakim.

“Keputusan Hakim Kelly tidak akan membawa Bob pulang, tetapi kami berharap keputusan itu akan menjadi peringatan agar Iran tidak lagi melakukan penculikan. ”

Robert Levinson hilang dalam kunjungan pada pulau Kish, Iran, di daerah Teluk pada tahun 2007.

‘Bertemu’ buron an AS

Menurut pemerintah Iran, Levinson berada di kian sebagai penyelidik privat untuk sebanyak perusahaan besar.

Namun, laporan-laporan media Amerika Serikat menyebutkan ia menjalankan misi tanpa izin untuk CIA, dan ketika berada di Pulau Kish ia bertemu dengan seorang buronan AS, Dawud Salahuddin.

Salahuddin mengatakan Levinson memberitahu kepadanya bahwa ia cukup menyelidiki penyelundupan rokok di Teluk, dan setelah pertemuan itu, itu ditangkap oleh aparat keamanan Iran.

Pada tahun 2011, keluarga Robert Levinson dikirimi foto-foto yang menunjukkan ia mengenakan baju model jumpsuit warga orange.

Menlu AS ketika itu, Hillary Clinton mengatakan ia yakin Levinson ditahan “di suatu tempat di Asia barat daya”.

Kepada komite Konvensi pada Maret 2019, Istri Levinson, Christine, mengatakan suaminya “diabaikan, tak diprioritaskan, atau tampak dilupakan, ” oleh pemerintah demi pemerintah dengan berkuasa.

Awal tahun ini, Eksekutif FBI Christopher Wray mengatakan pada keluarga Levinson bahwa “bukti dengan paling dapat dipercaya yang saya dapat selama 13 tahun menunjukkan kemungkinan besar Bob meninggal dunia dalam tahanan”.

Tetapi ia menekankan bahwa lembaganya belum menyerah membongkar-bongkar tahu apa yang sebenarnya berlaku.