Es krim Ben & Jerry’s boikot penjualan di Sembiran Barat, PM Israel peringatkan bos Unilever

4 tanda yang lalu Sumber tulisan, Getty Images Merek es krim Ben & Jerry’s memutuskan untuk menghentikan pemasaran di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki Israel. Perusahaan tersebut mengatakan langkah itu ditempuh karena “berjualan di Wilayah Pendudukan Palestina (OPT) tidak konsisten dengan nilai-nilai es krim Ben & Jerry’s”.

es-krim-ben-jerrys-boikot-penjualan-di-tepi-barat-pm-israel-peringatkan-bos-unilever-8

seruan boikot produk Israel.

Sumber gambar, Getty Images

Merek es krim Ben & Jerry’s menetapkan untuk menghentikan penjualan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki Israel.

Perusahaan itu mengatakan langkah itu ditempuh karena “berjualan di Provinsi Pendudukan Palestina (OPT) tidak konsisten dengan nilai-nilai es krim Ben & Jerry’s”.

Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, menegaskan kegiatan tersebut “salah secara moral”. Dia juga memperingatkan superior Unilever, yang menaungi merek Ben & Jerry’s semenjak 2000 lalu.

Baca juga:

Tepi Barat dan Yerusalem Timur telah dikendalikan Israel sejak Perang Timur Tengah pada 1967.

Kini lebih dari 600. 000 warga Yahudi bermukim di 140 permukiman yang tersebar di wilayah tersebut. Sebagian luhur komunitas internasional menganggap permukiman-permukiman itu ilegal berdasarkan dasar internasional, namun Israel menyangkalnya.

Ben & Jerry's ice cream carton.

Sumber gambar, Getty Images

Apa kata Ben & Jerry’s?

Dalam pernyataan dengan disebarkan melalui akun Twitter dan Instagram pada Senin (19/07), Ben & Jerry’s menyatakan keputusan tidak berniaga di Tepi Barat serta Yerusalem Timur mencerminkan keprihatinan “para penggemar dan mitra terpercaya”.

Perubahan tersebut bakal diterapkan setelah konvensi lisensi yang berlaku masa ini berakhir pada penghujung tahun depan, sebut kongsi itu.

1px transparent line

“Kami memiliki kemitraan jangka panjang secara para pemilik lisensi, yang memproduksi es krim Ben & Jerry’s di Israel dan mendistribusikannya di daerah itu, ” demikian daya pernyataan mereka.

“Kami sedang berupaya mengubah hal itu, sehingga kami telah menginfomasikan kepada para pemilik sertifikat bahwa kami tidak mau memperpanjang perjanjian lisensi zaman perjanjian tersebut berakhir pada penghujung tahun depan. ”

Selain produk ritel, Ben & Jerry’s saat tersebut memiliki dua toko es krim di Israel. Kongsi itu mengatakan bakal mencatu produk mereka di Israel melalui perjanjian berbeda, dengan akan diumumkan “saat ana siap”.

Benjamin Netanyahu (kiri) dan Naftali Bennett

Sumber gambar, Reuters

Israel berang atas keputusan Ben & Jerry’s

Para-para politisi Israel marah akan keputusan itu.

Perdana Gajah Israel, Naftali Bennett, memperingatkan Direktur Eksekutif Unilever, Alan Jope, bahwa rencana Ben & Jerry’s menghentikan penjualan di Tepi Barat serta Yerusalem Timur akan “berdampak serius, hukum, dan hal lain. ”

Bennet membuktikan merek yang dimiliki Unilever itu “jelas menempuh bagian anti-Israel” dan pemerintah Israel akan bertindak agresif menyalahi boikot dalam bentuk apapun terhadap warganya.

“Pemboikotan kepada Israel—sebuah negara demokrasi yang dikelilingi pulau-pulau teror—mencerminkan hilangnya rambu-rambu. Boikot tidak berhasil dan tidak akan berhasil, dan kami akan melawanya dengan segala kekuatan, ” kata Bennett sebagaimana dikutip Bloomberg.

Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid, menyebut lagak Ben & Jerry’s merupakan “aksi menyerah memalukan” terhadap anti-Semitisme dan gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS), yang menyerukan pemboikotan Israel atas perlakuan terhadap Palestina.

“Lebih dari 30 negeri bagian di Amerika Serikat telah meloloskan undang-undang anti-BDS dalam beberapa tahun final. Sata berencana meminta mereka menegakkan undang-undang ini terhadap Ben & Jerry’s, ” cetusnya.

Di lain pihak, juru bicara BDS, Mahmoud Nawajaa, menyambut baik kesimpulan Ben & Jerry’s mengikuti meminta perusahaan itu “mengakhiri semua prosedur dengan apartheid Israel”.

Ben and Jerry

Apa perkataan Unilever?

Dalam pernyataan terbelah, Unilever mengatakan keputusan tidak berjualan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur ditempuh dan diumumkan Ben & Jerry’s serta dewan pengurus independen.

Unilever tetap “berkomitmen penuh pada kehadiran saya di Israel, tempat kami menginvestasikan pada orang-orang saya, merek, dan bisnis semasa beberapa dekade. ”

Sementara itu, pemilik lisensi Ben & Jerry’s yang diwawancarai surat kabar Haaretz mengucapkan “Global Ben & Jerry’s memutuskan tidak memperbarui perjanjian dengan kami dalam kepala setengah tahun ke aliran di tengah penolakan awak [mematuhi] syarat mereka dan berhenti berjualan di seluruh Israel. ”

“Kami meminta pemerintah Israel dan para konsumen buat tidak mengizinkan pemboikotan terhadap Israel…ES krim bukan arah dari politik. ”

Ben & Jerry’s – dengan didirikan pada 1978 sebab dua sahabat, Ben Cohen dan Jerry Greenfield kacau punya rekam jejak dalam mengampanyekan aksi-aksi sosial, bagaikan perlindungan hak LGBTQ+ serta perubahan iklim.