Covid di India, Indonesia ‘kebobolan’ dengan 10 kasus pada tengah ‘kelemahan’ melacak penyebaran varian baru

7 jam yang lalu Sumber tulisan, Ravi Kumar/Getty Seorang lihai penyakit menular mengatakan dia khawatir terhadap kemampuan Nusantara dalam upaya penelusuran relasi terkait penyebaran varian mutakhir Covid-19 India yang telah masuk ke Indonesia.

covid-di-india-indonesia-kebobolan-dengan-10-kasus-di-tengah-kelemahan-melacak-penyebaran-varian-baru-16

Sumber gambar, Ravi Kumar/Getty

Seorang ahli penyakit menular mengatakan dia kacau terhadap kemampuan Indonesia di dalam upaya penelusuran kontak terpaut penyebaran varian baru Covid-19 India yang sudah merembes ke Indonesia.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan hal itu menanggapi terungkapnya tersedia 10 orang Warga Negeri Indonesia (WNI) yang diketahui positif terpapar varian segar virus tersebut.

“Kita telah lemah dari awal [dalam pelacakan kasus], ” kata Dicky Budiman kepada BBC News Indonesia, Selasa (27/04).

Dicky mengkhawatirkan kemampuan pemerintah Indonesia untuk melacak kapan, di mana dan bagaimana asal mula 10 orang tersebut terpapar, karena menurutnya pola pelacakannya ( contact tracing ) “lemah sejak awal”.

“Saking tidak jelasnya, dari mana [awal mula kasus] tersebut sudah tidak jelas, ” ujarnya. “Ini yang berlaku di Indonesia.

Membaca juga:

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa varian perdana virus corona yang ada di India sudah cerai-berai di beberapa wilayah di Indonesia.

Sumber gambar, Umarul Faruq/ANTARA FOTO

“Virus tersebut sudah masuk juga dalam Indonesia, ada 10 karakter yang sudah terkena virus, ” kata Budi Gunadi di Jakarta, Senin (26/04).

Dia menjelaskan, dari 10 orang, enam di antaranya merupakan kasus impor ataupun berasal dari luar daerah.

Adapun sisanya adalah transmisi lokal, yaitu di Sumatera dua orang, seorang di Jawa Barat, & seorang lagi di Kalimantan Selatan.

Tetapi Akhlak Gunadi tidak merinci nama varian atau hasil mutasi virus corona yang berpangkal dari India itu.

‘Indonesia kebobolan’

Lebih lanjut Dicky Budiman mengaku dia tak terlalu heran ketika keahlian Indonesia “kebobolan” dengan kasus varian baru covid-19 menyembul di Indonesia.

Kala beberapa kasus varian pertama itu ditemukan di sebuah komunitas, menurutnya, itu berarti virus “sudah menyebar serta sudah banyak” yang terpapar.

“Jadi, tidak hanya di komunitas itu selalu, ” kata Dicky. Peristiwa ini dia tekankan varian baru ini memiliki “kekuatan dalam kecepatan penularan”.

Sumber gambar, Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO

Apabila virus Covid-19 membutuhkan dua minggu untuk penyebarannya, maka varian baru ini bisa di seminggu.

“Sehingga, daripada satu bulan itu, mampu ribuan, ” jelas Dicky.

Baca serupa:

Apabila Indonesia tak mampu memperbaiki kinerjanya di melacak kasus, demikian Dicky, akan muncul situasi “sulit”.

“Ini adalah era yang kritis buat Nusantara, ” ujarnya.

Untuk itulah, dia meminta agar pemeritah terus meningkatkan upaya menyekat dan mengawasi mobilitas bagian masyarakat di pintu perbatasan, baik darat, laut, ataupun udara.

“Tindakan karantina, termasuk juga penguatan di dalam merespon 3T (test, tracing, dan treatment), vaksinasi pertama bagi kelompok rentan, 5M, serta surveil l ance genomic (pelacakan genom), kudu ditingkatkan, ” kata Dicky.

Apa langkah pemerintah?

Pemerintah Indonesia menyatakan berkomitmen melakukan pembatasan mobilititas nasional dan internasional yang mau masuk ke Indonesia buat mencegah importasi antar negeri maupun daerah.

Wiku Adisasmito, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, mengatakan, jalan pemerintah pada skala internasional, yaitu himbauan kepada WNI agar menunda kepulangan yang tidak mendesak.

Pemerintah serupa menetapkan prosedur screening dan karantina di pintu tapal batas.

Sumber gambar, Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

“Kepada negeri yang sedang mengalami kritis covid-19, yaitu India, merupakan menolak kunjungan orang aneh dengan riwayat perjalanan dalam India dalam 14 hari terakhir, ” kata Resi di Jakarta, Selasa (26/04).

“Pemberian visa buat WNA asal India ditangguhkan tatkala, ” tambahnya.

Namun demikian, Wiku menggaribawahi bahwa kesuksesan kebijakan ini sangat dipengaruhi oleh “kerjasama antara umum dan petugas di lapangan”.

“Mohon pastikan bahwa metode screening dan karantina terlaksana di lapangan, agar kita mampu optimal, mencegah importasi kasus, ” katanya.

Buatan pemeriksaan 12 orang masyarakat India yang positif

Ditanya tentang hasil whole genome sequencing (WGS) untuk pandangan varian virus Covid-19 dibanding para warga negara langka (WNA) India yang cukup diisolasi, Wiku mengatakan, hasilnya belum diketahui.

“Sampai era ini hasil WGS yang dilakukan kepada 12 WNA dari India belum lengkap, akan segera kami informasikan jika hasilnya sudah muncul, ” katanya.

Sebanyak 117 orang warga negara India yang datang ke Nusantara melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (21/04), 12 orang di antaranya dinyatakan tentu Covid-19, menurut Kementerian Kesehatan tubuh.

Sumber gambar, SISWOWIDODO/ANTARA FOTO

Menjawab pertanyaan tentang telaahan suap seorang warga Nusantara yang baru tiba daripada India kepada “dua karakter oknum” di Bandara Soeharto-Hatta, Wiku mengatakan pihaknya “tidak bisa menolerirnya”.

Warga berinisial JD itu, menurut penjaga, berusaha menyuap oknum di bandara agar dibebaskan daripada kewajiban karantina selama 14 hari. Mereka sudah ditangkap oleh kepolisian.

“Jangan pernah berani bermain dengan nyawa karena satu nyawa sangat berarti dan ternilai harganya, ” kata Wiku.

Bagaimana perkembangan terkini dalam India?

Pelaksana kegiatan penerangan sosial dan budaya Kedutaan Besar Republik Nusantara (KBRI) di New Delhi, India, Hanafi mengatakan, aib oksigen dan fasilitas peraduan di rumah sakit & fasilitas kesehatan di India menjadi sorotan media.

Laporan-laporan itu menyoroti sejauh mana kemampuan pemerinta India dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut pada tengah naiknya angka warga yang terpapar Covid-19.

Sumber gambar, SANJAY KANOJIA/AFP

Gambaran situasi seperti ini, begitu Hanafi, menimbulkan “kekhawatiran & ketakutan” pada sebagian umum negara itu, termasuk WNI yang tinggal di sana.

“Saya sendiri, secara angka 350. 000 per hari [yang terpapar], tentulah ada rasa khawatir serta takut, ” ungkapnya masa dihubungi BBC New Indonesia, Selasa (27/04) pagi.

Namun demikian, sejauh pengamatannya, secara umum tidak terlihat keresahan di kalangan masyarakat India.

“Yang ‘ramai’ tersebut di fasilitas-fasilitas kesehatan, sedangkan di tempat lain, apalagi sedang lockdown, kondisinya mati dan lalu lintas sangat terbatas, ” ungkap Hanafi.

Meskipun demikian, masyarakat relatif tidak kesulitan untuk mendapatkan bahan pokok, makanan, obat-obatan, lantaran layanan pengantaran (delivery) masih diizinkan.

“Itu dengan membuat masyarakat lebih diam, ” tambahnya.

Bagaimana nasib WNI yang tinggal pada India?

Di India, ada 750 Warga Negeri Indonesia (WNI) yang main dan sekolah. Menurut catatan KBRI di New Delhi, mereka tersebar di 18 negara bagian.

KBRI sudah dan terus “membangun komunikasi” dengan mereka melalui whatsapp group atau zoom. “Kami juga bahkan kontak satu per satu untuk memperhatikan kondisi mereka, ” ujarnya.

Sumber gambar, SANJAY KANOJIA/AFP

Dalam proses itulah, KBRI menyebarkan informasi yang “perlu mereka ketahui” serta “himbauan”.

Dari komunikasi itulah, KBRI memperoleh laporan ada 29 WNI yang positif terpapar virus corona. Mereka era ini sedang menjalani isolasi mandiri.

“Tapi mungkin angkanya sudah turun, ada satu atau dua telah sembuh hari ini (Selasa, 27 April 2021), ” tambah Hanafi.

Tinggal dalam rumah sampai ‘badai berlalu’

Ditanya apakah KBRI di New Delhi menggali keterangan dari para WNI yang tertular virus itu tentang bagaimana mereka tertular, Hanafi mengaku sudah melakukannya.

Menurutnya, sebagian WNI yang terpapar mengaku “tidak terlalu paham” di mana, kapan & bagaimana mereka tertular.

Sumber gambar, PRAKASH SINGH/AFP

“Tiba-tiba saja merasa tidak enak badan, atau baru ketahuan setelah kantornya melakukan PCR, ” ungkapnya. “Tapi itu tidak tahu di mana terpaparnya. ”

“Karena sebab angka yang begitu tinggi [yang tertular covid] dalam India, kekuranghati-hatian sedikit pula kita bisa terpapar, ” ujarnya.

Hanafi mengaku “mengurung diri” di rumah agar tidak tertular infeksi itu. Hal ini sejalan dengan kebijakan KBRI di New Delhi yang sudah menetapkan agar semua bekerja lantaran rumah.

KBRI juga menyarankan agar semua warga Nusantara yang tinggal di India agar tinggal di vila dulu “sampai badai ini berlalu”, katanya.