Covid-19: Kisah para penggali kubur untuk jenazah virus corona: ‘Kalau kita kena dan mati, siapa dengan kuburkan? ‘

3 jam yang lalu Sumber gambar, Antara Foto/MUHAMMAD ADIMAJA Selain gaya medis, ada sejumlah orang yang bekerja keras sepanjang waktu dalam masa pandemi virus corona. Mereka adalah para petugas pemakaman jenazah Covid-19.

covid-19

Selain gaya medis, ada sejumlah orang dengan bekerja keras sepanjang waktu pada masa pandemi virus corona. Mereka adalah para petugas pemakaman jenazah Covid-19.

Sehari-hari mereka bertugas menyiapkan lubang makam bagi korban Covid-19 dengan protokol kesehatan yang saksama. Dalam sehari mereka bisa menginvestigasi puluhan lubang, tergantung dari jumlah kematian hari itu.

“Kita menyiapkan lubang paling sedikit 20 lubang, tapi kita pernah sampai 40 lubang gara-gara yang meninggal banyak. Tersebut rekor yang pernah kita lakukan, ” kata Junaedi, seorang penggali makam di Kompleks Permakaman Covid-19 Pondok Ranggon, sebagaimana dilaporkan jawatan berita Antara.

covid-19

Dia tak menampik bahwa dirinya selalu sungkan terpapar dan membawa virus corona ke lingkungan keluarga.

Junaedi mengiakan ketakutan terbesar dirinya bukan dari jenazah yang terpapar virus, tetapi dari para ahli waris, ahli, dan teman yang mengantarkan jenazah.

Menurutnya, jenazah yang telah dibawa ke permakaman telah melewati aturan yang ketat termasuk terbungkus plastik secara rapih. Apabila ada kerusakan para petugas berhak menolak jenazah untuk dimakamkan. Akan tetapi, para-para pengantar jenazah belum tentu tenang dari virus tersebut.

corona, covid

Hal yang pas juga disampaikan oleh Ketua persekutuan B petugas gali makam buat jenazah Covid-19, Andi.

Karenanya, mereka sudah menyiapkan sejumlah peralatan untuk melindungi diri.

Selain baju hazmat, mereka membekali diri dengan pembersih tangan, menyarung tangan, dan plastik steril.

covid-19

Saat tiba di rumah, sebelum berhimpun dengan keluarga, mereka mandi. Adapun seluruh perlengkapan menggali kubur direndam cairan disinfektan.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus bagi mereka. Dengan besarnya risiko pekerjaan tersebut, pemerintah telah menyiapkan dana insentif sebesar Rp1 juta per orang yang dibayarkan per bulan.

“Selain insentif sih, sesungguhnya pengennya nih Covid-19 buru-buru selesai. Dan tolong yang pada nganter jenazah jaga jarak, pada pake masker, dan ikutin protokol kesehatan. Jangan rajin marah-marah sama kita. Kalau kita nanti kena dan mati, langsung siapa yang nguburin ? ” tanya pria berisi besar tersebut sambil tertawa.

covid-19

Sebagaimana dilaporkan situs resmi Pemprov DKI Jakarta melalui https://corona.jakarta.go.id, jumlah permakaman jenazah dengan prosedur penanganan Covid-19 meningkat sejak awal Juli 2020.

Terhitung sebanyak 20-an jenazah dimakamkan secara protap penanganan Covid-19 pada mula Juli 2020. Namun, jumlah itu meningkat hingga 60-an jenazah di dalam pertengahan September 2020.

Pada 16 & 18 September, misalnya, terdapat 67 dan 65 jenazah yang dikuburkan dengan protap Covid-19.

Angka itu menurun hingga mencapai 41 jenazah pada 24 September.

Secara keseluruhan, taat data Kementerian Kesehatan hingga 25 September 2020, terdapat 1. 661 individu yang meninggal dunia akibat Covid-19 di DKI Jakarta. Adapun jumlah nasional tercatat sebanyak 10. 218 orang.

covid-19

Hal ini sempat mendatangkan kekhawatiran bahwa kompleks permakaman bakal kehabisan tempat untuk menguburkan jenazah Covid-19.

Namun, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Administrasi Jakarta Timur sebagaimana dilaporkan situs resmi Pemerintah Kota Jakarta Timur pada 9 September lalu, mengimbau warga untuk tidak risau akan kekurangan tanah pemakaman. Sebab, dari 69 hektare lahan yang ada, masih tertinggal lahan 7. 000 meter kotak, sehingga dianggap mencukupi untuk pemakaman 1. 200 jenazah korban Covid-19.

covid

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, serupa pernah menyampaikan bahwa selain Pondok Ranggon, ada TPU Tegal Jalan sebagai lokasi pemakaman khusus jenazah Covid-19. Disebutkannya, masih ada sisa dua hektare lahan di Tegal Alur yang bisa menampung sekitar 3. 000 makam.

Jika nanti kedua TPU tersebut penuh, Anies menyatakan pihaknya telah menyiapkan tempat pemakaman lain sejak Maret 2020 buat menampung jenazah korban Covid-19.

“Lokasi semua sudah disiapkan, jadi kita lihat perkembangan sesuai dengan kebutuhan. Insyaallah tidak akan ada kekurangan, ” ungkap dia kepada wartawan dalam Gedung DPRD DKI Jakarta, 7 September 2020.

Meski demikian, Anies tidak memaparkan secara rinci di mana tempat lain yang dia rencana.