AS jatuhkan sanksi ke Rusia atas tudingan ‘serangan siber’ dan usir 10 diplomatnya, Moskow: “Pembalasan segera menyusul”

4 tanda yang lalu Sumber tulisan, EPA AS telah mencanangkan sanksi terhadap Rusia jadi tanggapan atas apa yang dikatakannya sebagai serangan dunia maya dan tindakan berseteru lainnya. Tindakan tersebut, yang menargetkan puluhan perusahaan serta pejabat Rusia, yang oleh AS disebut bertujuan untuk mencegah “aktivitas asing berbahaya Rusia”, kata Gedung Putih.

US President Joe Biden speaks from the Treaty Room in the White House, in Washington, DC, USA, on 14 April 2021, about the withdrawal of the remainder of US troops from Afghanistan.

Sumber gambar, EPA

AS sudah mengumumkan sanksi terhadap Rusia sebagai tanggapan atas barang apa yang dikatakannya sebagai serbuan dunia maya dan tindakan bermusuhan lainnya.

Kegiatan tersebut, yang menargetkan puluhan perusahaan dan pejabat Rusia, yang oleh AS disebut bertujuan untuk mencegah “aktivitas asing berbahaya Rusia”, cakap Gedung Putih.

AS mengutarakan intelijen Rusia berada di balik peretasan besar-besaran “SolarWinds” tahun lalu dan menuduh Moskow ikut campur dalam pemilu 2020.

Rusia menyangkal semua tuduhan itu serta mengatakan akan menanggapi secara cara yang sama.

Sanksi yang diumumkan pada hari Kamis dirinci dalam perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden Joe Biden. Keputusan itu pegari saat tensi kedua negara sedang tinggi.

Vladimir Putin - 14 April

Sumber gambar, Reuters

Bulan lalu AS memberi sanksi terhadap tujuh pejabat Rusia dan bertambah dari selusin entitas negeri atas peracunan kritikus Kremlin Alexei Navalny. Rusia menyangkal keterlibatannya dalam kasus tersebut.

Dalam panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa, Biden berjanji untuk membela kepentingan nasional AS “dengan tegas”, sambil mengusulkan pertemuan dengan Putin untuk menjumpai area, di mana kedua negara dapat bekerja pas.

Apa kata pemerintahan Biden?

Menurut pernyataan Gedung Putih hari Kamis, sanksi gres itu menunjukkan AS “akan mengenakan biaya dengan cara yang strategis dan berpengaruh secara ekonomi pada Rusia” jika negara itu langsung melakukan “tindakan internasional yang berujung destabilisasi”.

Hal ini menegaskan kembali pandangan negeri AS bahwa pemerintah Rusia berada di belakang serbuan dunia maya dan telah mencoba untuk “merusak penjelmaan pemilihan demokratis yang terbuka dan adil” di AS dan negara-negara sekutunya.

AS secara khusus menyalahkan jawatan intelijen luar negeri Rusia, SVR, atas serangan SolarWinds, yang memberi penjahat negeri maya akses ke 18. 000 jaringan komputer pemerintah dan swasta.

Desember lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan tempat yakin Rusia ada di belakang tindakan itu.

Hukuman terbaru menargetkan 32 entitas dan pejabat yang dituduh berusaha memengaruhi pemilihan kepala AS 2020 “dan kegiatan disinformasi lainnya”.

Sepuluh diplomat diusir. Perintah eksekutif tersebut juga melarang lembaga keuangan AS membeli obligasi pada mata uang rubel berangkat Juni.

Presiden Biden kemudian mengatakan dia telah memilah untuk menjadi “proporsional” di memberi tanggapan.

“Saya telah jelas dengan Presiden Putin bahwa kita bisa mengarungi lebih jauh, tetapi kami memilih untuk tidak melakukannya, ” katanya kepada wartawan.

line

Bagaimana reaksi dibanding Moskow?

Tak lama sesudah sanksi diumumkan, kementerian luar negeri Rusia menyebut kegiatan itu menunjukkan “langkah bertelingkah yang secara berbahaya meningkatkan suhu konfrontasi”.

“Tindakan bergairah seperti itu tentu sekadar akan mendapat tanggapan yang tegas, ” tambah pemberitahuan itu.

Duta Besar GANDAR di Moskow telah dipanggil ke Kementerian Luar daerah Rusia, yang menyatakan “sejumlah tindakan balasan akan lekas menyusul, ” seperti yang diungkap kantor berita Reuters.

Berarakan juru bicara Kementerian Asing Negeri Rusia mengatakan bahwa situasi seperti ini menimbulkan rencana pertemuan tingkat mulia AS dan Rusia terancam batal.

UE, NATO serta Inggris semuanya telah menggunakan pernyataan untuk mendukung langkah-langkah AS.

Mengapa Rusia dan AS memanas lagi?

Di dalam pidato kebijakan luar jati pertamanya pada bulan Februari, Biden menjelaskan bahwa dia berencana untuk melawan Rusia. “Hari-hari Amerika Serikat berjalan menghadapi tindakan agresif Rusia… telah berakhir, ” katanya.

Pernyataan itu sangat bertentangan dengan sikap yang diadopsi oleh pendahulu Biden, Donald Trump, yang jarang menghakimi Putin.

Dalam sebuah keterangan bulan lalu, badan intelijen AS menyimpulkan bahwa pemimpin Rusia mungkin telah mengarahkan upaya daring untuk membantu Donald Trump memenangkan kala jabatan kedua sebagai presiden AS.

AS juga sudah memperingatkan Rusia agar tidak melakukan tindakan agresif pada Ukraina di tengah meningkatnya kehadiran militer Rusida pada daerah perbatasan.

Ukrainian military exercises near Kyiv - 10 April

Sumber gambar, Reuters