Arab Saudi bantah Putra Mahkota Mohammed bin Salman adakan ‘pertemuan rahasia’ dengan PM Israel

Diperbarui 5 jam yang lalu Reuters Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud membantah pemberitaan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi di Minggu (22/11) untuk bertemu secara Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Arab Saudi bantah Putra Mahkota Mohammed bin Salman adakan 'pertemuan rahasia' dengan PM Israel

Menteri Asing Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud menyanggah pemberitaan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada Minggu (22/11) untuk bertemu dengan Putra Tali jiwa Mohammed bin Salman.

Bantahan itu dikeluarkan sesudah ramai diberitakan oleh media Israel bahwa Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi untuk bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Netanyahu didampingi sebab kepala badan intelijen atau Mossad, Yossi Cohen, bertemu dengan Putra Mahkota dan Menteri Luar Jati Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo di kota Neom, Arab Saudi, menurut berbagai media Israel.

Jika betul, kunjungan tersebut tercatat sebagai kunjungan pertama perdana menteri Israel ke Arab Saudi yang pernah dilaporkan.

Seorang penasihat senior Saudi mengatakan kepada Wall Street Journal kalau para pemimpin membicarakan sejumlah situasi, termasuk normalisasi hubungan dan urusan Iran, tetapi tidak mencapai kesepakatan berarti.

Namun Menlu Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud kemudian menjelaskan tidak ada satu kendati pejabat Israel yang hadir pada pertemuan antara Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Menlu GANDAR, Mike Pompeo.

“Mereka yang hadir hanyalah pejabat Amerika Serikat dan Arab Saudi, ” katanya.

Pemerintah Israel belum memberikan keterangan mengenai hal ini.

Sementara itu Mike Pompeo mengatakan ia menggelar pembicarakan konstruktif secara Putra Mahkota Arab Saudi dalam Neom dan mengunggah foto itu berdua.

Pesawat ‘kembali’ ke Israel pagi buta

Pompeo singgah di Neom, pesisir Bahar Merah wilayah Arab Saudi, dibanding Uni Emirat Arab sebagai arah dari lawatannya ke Timur Pusat.

Di antara media Israel yang menurunkan berita tentang kunjungan PM Netanyahu adalah situs berita Ynet.

Dilaporkan pesawat jet membawa Netanyahu dan rombongan terbang dari Israel pada Minggu malam dan balik mendarat di Israel pada Senin dini hari (24/11).

Surat kabar Haaretz mengadukan pergerakan pesawat jet Netanyanu terdeteksi sejumlah situs pelacak penerbangan.

Editor Haaretz edisi bahasa Inggris, Avi Scharf, mencuit “Amat jarang tersedia penerbangan langsung dari Israel ke kota besar baru di Arab Saudi, Neom di pesisir Laut Merah. ”

Pesawat itu adalah “pesawat bisnis t7-cpx favorit Bibi” (panggilan akrab Benyamin Netanyahu). Dikatakannya pesawat tersebut kembali ke Tel Aviv setelah lima jam.

Pesawat terlepas landas pada Minggu malam serta mendarat di Neom, kemudian diparkir di sana selama sekitar besar jam. Pesawat yang sama kemudian terbang kembali ke Israel sesudah tengah malam.

Seorang menteri kabinet Israel, Zeev Elkin mengatakan kepada Army Radio: “Saya tidak berada dalam pesawat itu ke Arab Saudi. ”

Trump berharap Israel-Saudi lilit hubungan

Salah seorang penasihat Netanyahu, Topaz Luk, juga tampak mengisyaratkan kunjungan tersebut telah terjadi.

Dalam cuitannya, Luka mengatakan: “Gantz bermain politik tatkala perdana menteri menciptakan perdamaian. ”

Luk tampaknya menunjuk pada keputusan Menteri Pertahanan Benny Gantz, saingan Netanyahu, untuk membentuk komisi penyelidik mengenai kontrak pesawat selam dengan Jerman yang digambarkan oleh sejumlah pihak sebagai skandal korupsi terbesar dalam sejarah Israel.

Jalan yang dikelola pemerintah Arab Saudi melaporkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman bertemu dengan Menlu Pompeo pada Minggu, tetapi sama seluruhnya tidak menyinggung kunjungan Netanyahu.

Presiden GANDAR Donald Trump sebelumnya mengatakan pihaknya mengharapkan Arab Saudi akan melangsungkan normalisasi hubungan dengan Israel, mengikuti jejak Uni Emirat Arab & Bahrain yang meneken perjanjian normalisasi hubungan pada September.

Sudan juga telah meluluskan untuk melakukan normalisasi hubungan secara Israel.

Sejumlah pejabat Amerika Konsorsium dan Israel dalam berbagai jalan mengisyaratkan bahwa lebih banyak negara Arab akan menjalin hubungan secara Israel.

Di depan umum, Arab Saudi telah mengatakan akan pasti mempertahankan sikapnya sejalan dengan perilaku Liga Arab untuk tidak menjalin hubungan dengan Israel sampai permusuhan Israel dengan Palestina diselesaikan.

Namun Arab Saudi telah mengizinkan pesawat Israel terbang di atas wilayahnya ke negara-negara baru sahabatnya di tempat Teluk dan juga ke Asia.