Anthony Ginting raih perunggu sesudah kalahkan pemain Guatemala, ‘untuk masyarakat Indonesia yang mendukung dan berdoa’

Diperbarui 4 jam yang lalu Sumber gambar, Reuters Kontingen Indonesia meraih tambahan medali perunggu di Olimpiade 2020 pada Tokyo lewat nomor sendiri putra bulutangkis yang disumbangkan Anthony Ginting.

anthony-ginting-raih-perunggu-setelah-kalahkan-pemain-guatemala-untuk-masyarakat-indonesia-yang-mendukung-dan-berdoa-28

Sumber gambar, Reuters

Kontingen Indonesia meraih bunga medali perunggu di Olimpiade 2020 di Tokyo lewat nomor tunggal putra bulutangkis yang disumbangkan Anthony Ginting.

Dalam perebutan juara tiga, Ginting menghabisi pebulutangkis asal Guatemala, Kevin Cordon, dua gim langsung, 21-11 dan 21-13.

Secara tambahan medali ini, Nusantara total sudah mendapatkan satu emas, satu perak, dan tiga perunggu.

“Saya coba tetap fokus karena lawan saya kemarin bermain sangat baik. Saya mencoba memberi yang terbaik, ” ujar Anthony usai pertandingan.

“Saya persembahkan buat semua teman dan kelompok Indonesia yang mendukung dan berdoa, meski tidak muncul langsung doa itu kuat, ” katanya.

Sumber gambar, EPA

Ginting mengatakan, ia memasang target emas, namun di babak semifinal dia dikalahkan oleh Chen Long.

“Ya targetnya sih ingin [medali] aurum tetapi lawan juga sangat kuat. Saya sudah berpugak-pugak untuk tetap fokus & maju ke pertandingan keadaan ini usai kekalahan kemarin. Saya bahagia dengan penampilan saya dan juga bintang perunggunya, ” kata Ginting, dalam keterangan yang dirilis Persatuan Bulutangkis Indonesia (PBSI).

Ginting mengaku sudah mengantisipasi permainan Cordon dengan mempelajari permainan lawannya itu.

“Saya menonton pertandingan terakhirnya melayani [Viktor] Axelsen. Saya mempelajari pola bermainnya dan saya berhasil menerapkan strategi yang saya inginkan, ” kata Ginting.

Baca juga :

Ginting mengatakan dua pekan pada Tokyo adalah periode dengan melelahkan, meski demikian dia tetap fokus di pertandingan perebutan perunggu tunggal anak. “Saya sudah berusaha tulang untuk menjaga fokus hamba baik di dalam maupun di luar lapangan, ” katanya.

“Saya mengucapkan aman kepada Greysia/Apriyani. Semua kerja keras mereka telah terbayar. Saya dapat melihat sepanjang pelatihan mereka, mereka telah bekerja sangat keras tarikh ini. Sangat menginspirasi, ” kata Ginting.

Lawan Ginting di perebutan perunggu, Cordon, adalah pemain Guatemala berusia 34 tahun.

Di episode semifinal, Cordon harus menyungguhkan keunggulan pemain Denmark, Viktor Axelsen, 18-21, 11-21.

Axelsen akhirnya meraih medali aurum, setelah menundukkan Chen Long.

Sumber gambar, Reuters

Sumber gambar, Reuters

Sumber tulisan, Reuters

Sumber gambar, Reuters

“Medali perunggu akan betul berarti bagi saya. Ini adalah Olimpiade pertama aku dan saya sudah mencari jalan sangat keras untuk datang ke tahap ini. Ini adalah mimpi yang menjelma kenyataan, jadi saya tak ingin melewatkan kesempatan tersebut.

Sumber gambar, ANTARA FOTO

“Sekarang saya akan recovery (pemulihan) dulu, persiapan untuk besok. Harus tetap fokus karena Cordon adalah pemeran yang sangat berpengalaman & ia juga bermain luar biasa di Olimpiade ini, ” ucap Ginting sesudah ditundukkan dalam semifinal.

Sumber gambar, Getty Images

Keberhasilan Cordon, pemain yang bersandar di peringkat 59 dunia, hingga ke semifinal Olimpiade mengejutkan sejumlah pihak.

Ia sukses mengalahkan pebulutangkis yang secara peringkat dunia, jauh di atasnya, yaitu Ng Ka Long Angus, pebulutangkis Hong Kong, dengan duduk di peringkat 9.

Ia juga mengalahkan pemain Belanda Mark Caljouw dan atlet bulu tangkis Korea Selatan, Heo Kwanghee, yang unggul darinya dari bagian peringkat dunia.

‘Move on’

Pada set perdana melawan Chen Long yang digelar di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Ginting sempat menyamakan kedudukan 4-4, tapi kemudian tertinggal di dalam pertengahan hingga akhir pertunjukan.

Ginting tertinggal 7-14, sempat mengejar hingga skor 15-18, tapi Chen Long langsung mendominasi permainan hingga memenangkannya 21-16.

Cheng Long, pemain berusia 32 tahun itu, kembali menguasai mula set kedua, meski Ginting sempat menyamakan kedudukan 6-6.

Beberapa kesalahan yang dibuat Ginting memberi keuntungan bagi Chen Long, yang unggul 12-7.

Sumber gambar, ANTARA FOTO

Smash keras berulang Chen Long yang tak bisa dikembalikan Ginting membawanya unggul tenggat akhir babak kedua secara 21-11.

Rekor head-to-head sebetulnya mencatat keunggulan Ginting dari Chen Long.

Pemain kelahiran Cimahi, Jawa Barat berusia 24 tarikh itu, sebelum semifinal ini, tercatat telah menang delapan dari 12 pertemuan dengan Chen Long sejak 2016.

Dalam peringkat badminton dunia, Ginting juga ulung satu angka dibandingkan Chen Long, yang kini duduk di peringkat enam.

Meski demikian, ia belum berhasil melawan Chen Long, peraih medali emas Olimpiade 2016.

Menurut Ginting, permainan Chen Long berbeda dari sebelumnya.

“Saya pikir Chen Long berlaku berbeda hari ini sejak pertemuan kami sebelumnya. Tempat mencoba untuk tidak mengangkat bola terlalu banyak, itu yang membuat dia mampu mengontrol sepanjang pertandingan, ” ungkap Ginting”Dia juga telah siap dengan permainan beta dan dia tidak mendirikan banyak kesalahan. Dia betul fokus, ” ungkap Ginting lagi.

Ia mengaku kesal dengan hasil pertandingan, tapi akan “move on” buat perebutan medali perunggu.

“Akan ada yang menang dan kalah tetapi kami harus cepat bangkit dan move on , karena saya sedang memiliki satu pertandingan lagi. Saya mau fokus buat besok, harapan saya bisa meraih medali perunggu. ”

Sumber gambar, Getty Images

Chen Long terekam sebagai atlet badminton ke-3 -setelah atlet legendaris China Lin Dan dan Malaysia Lee Chong Wei porakporanda yang lolos mencapai semifinal Olimpiade sejak acara olahraga dunia itu digelar di London pada tahun 2012.

Pada Olimpiade London 2012, Chen Long menyabet medali perunggu.

Sebelumnya, Chen Long, yang menang di perempat final tempat Chou Tien-chen dari China Taipei (Taiwan), Sabtu (31/07).

Indonesia masih mempunyai potensi medali emas dibanding ganda putri Greysia Polii dan Rahayu Apriyani dengan akan bertanding di final Senin, (02/08), melawan berpasangan putri asal China, Jia Yifan/Chen Qingchen.

Sumber tulisan, Getty Images

Unggul dibanding Antonsen

Ginting menang di partai perempatfinal cabang bulutangkis tunggal putra Olimpiade 2020 setelah menundukkan Anders Antonsen melalui permainan kenyal hingga tiga set, Sabtu, (31/07).

Di set mula-mula Ginting unggul atas Antonsen 21-18.

Momen menguatkan sempat terjadi jelang simpulan set pertama. Saat itu Ginting sudah unggul 20-15, namun coba dikejar oleh Antonsen dengan menambah tiga poin.

Skor siap 20-18 sebelum akhirnya, pengembalian tanggung Antonsen disambar dengan smash oleh Ginting untuk mengunci kemenangan di putaran pertama.

Pada putaran kedua, giliran Antonsen menjumpai momentum dan langsung unggul cukup jauh atas Ginting di tahap awal. Walau coba dikejar Ginting, Antonsen unggul dengan skor 21-15.

Kedua pebulutangkis ini kemudian tampil habis-habisan di set ketiga. Ginting awalnya pengganggu menyamakan skor sebelum keputusannya bisa mengungguli Antonsen secara 15-14.

Sumber gambar, Antara Foto

Beberapa kali smash silang Ginting mendarat pada luar lapangan hingga Antosen percaya diri mengejar ketinggalan saat skor sudah 20-15. Namun, Ginting tidak kapok dengan jurusnya itu.

Justru Ginting akhirnya menangkup kemenangan melalui smash palang salib ke sisi kiri Antonsen. Saat coba kembalikan smash Ginting, justru Antonsen tersungkur dan set ketiga maka milik Ginting dengan skor 21-18.

Sumber gambar, Antara Foto

Saat meladeni Antonsen, Ginting mengakui permainan mereka berlangsung dalam waktu cepat.

Di gim kedua, Ginting mengungkapkan penuh melakukan kesalahan sendiri.

“Lapangan itu menang jalan jadi saya kurang bisa mengontrol arah bola, ” ungkapnya seperti yang dipublikasikan Persatuan Bulutangkis Seluruh Nusantara (PBSI), Sabtu (31/07).

Di gim ketiga saat poin kritis, Antonsen tahu memimpin poin.

“Saat itu saya mencoba mengubah strategi dengan bermain bertambah menekan dan menyerang ternyata berhasil. Saya rasa tersebut kunci kemenangan saya, ” jelasnya.

Baik Ginting serta Antonsen sudah beberapa kala bertemu di turnamen-turnamen lain.

Namun, dengan kemajuan di babak perempatfinal Olimpiade Tokyo ini, Ginting ulung 4-0 atas Antonsen.

Sumber gambar, Antara Foto

Ginting menyadari bahwa lawannya di babak semifinal bertambah kuat.

“Pasti akan ada evaluasi lagi dari penyuluh, karena besok lawannya bahan lebih ketat dan lebih bagus. Jadi tetap celik fokus dan enjoy di setiap momen, ” kata Ginting (31/07).

Ginting juga merasa lolos ke semifinal adalah sesuatu dengan sangat berarti.

“Lolos ke semifinal Olimpiade benar-benar berarti bagi saya, karena ini (Olimpiade) adalah lupa satu mimpi saya, ” ujarnya lagi.